Wishnutama: Kemenparekraf Siapkan Rp100 Miliar untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel

Siaran Pers : Kemenparekraf Dorong Pelaku UMKM Untuk Adaptif dan Inovatif di Tengah Pandemi
September 17, 2020
Kemenparekraf Siapkan Rp100 Miliar untuk Anggaran 14 Ribu Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel
September 17, 2020

Inews.com/Vien Dimyati/Diterbitkan 17 September 2020, pukul 17.50 WIB

 

JAKARTA, iNews.id – Penyebaran Covid-19 di berbagai daerah hingga kini masih mengalami peningkatan. Dibutuhkan lebih banyak lagi tempat untuk isolasi bagi pasien Covid-19.

Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, beberapa minggu ini ada sembilan provinsi yang mengalami kenaikan kasus positif tertinggi. Adapun beberapa provinsi tersebut adalah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua dan Bali.

“Pemerintyah telah melakukan langkah untuk antisipasi kelonjakan kasus postif di daerah. Bahkan, Presiden telah intruksikan untuk menyediakan sejumlah fasilitas hotel untuk pasien Covid-19,” kata Doni Monardo, dalam Konferensi Pers Dukungan Hotel Untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di 5 Daerah bersama Menparekraf Wishnutama di Kantor Graha BNPB, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, dalam rangka pengendalian Covid-19, pemerintah berupaya untuk menekan penyebaran. Presiden telah menyampaikan agar menambahkan tempat isolasi pasien Covid-19. Terutama untuk pasien tanpa gejala dan bergejala ringan.

“Tujuannya agar masyarakat tidak melakukan isolasi mandiri untuk menghindari penularan di lingkungan keluarga dan sekitar,” kata Wishnutama.

Menyikapi arahan Presiden dan hasil rapat beberapa waktu lalu bersama Presiden Joko Widodo, Wishnutama mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan industri hotel akan menyiapkan akomodasi hotel bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan. Selain itu, juga akan disiapkan tenaga kesehatan untuk melakukan isolasi di hotel.

“Akomodasi ini disiapkan untuk menambah kapasitas di luar rumah sakit darurat, wisma atlet kemayoran, dan lainnya. Kemenkes juga nanti akan menyiapkan tenaga kesehatan yang akan memantau persiapan protokol kesehatan di setiap hotel, termasuk memonitor perkembangan pasien yang sedang menjalankan isolasi. Selain itu, Kemenkes akan menyediakan sarana dan prasarana, pendukung seperti obat, ambulance, dan lainnya,” kata Wishnutama.

Bahkan untuk mendukung progra ini, Kemenparekraf menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk menyiapkan hotel setara bintang 3. Termasuk fasilitas makan, minum, dan laundry setiap hari bagi pasien covid-19.

“Jumlah fasilitas yang disiapkan Kemenparekraf disiapkan untuk dapat menampung sekitar 14 ribu pasien mulai september hingga desember 2020. Ini untuk isolasi selama 14 hari karantina per pasien,” katanya.

Dia menambahkan, syarat hotel yang terpilih adalah harus dapat menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan ketentuan Kemenkes. Tujuan agar tidak menciptakan klaster baru.

Fokus 5 Daerah

Hotel yang nantinya dijadikan tempat isolasi, lanjut Wishnutama, untuk sementara waktu tidak diperkenankan menerima tamu umum.

“Program tambahan akomodasi ini akan difokuskan kepada lima daerah terlebih dahulu, seperti Jakarta, Bali, dan akan dilanjutkan ke daerah lain seperti Sumatera utara, Jawa Barat dan Kalsel,” katanya.

Wishnutama menambahkan, penyediaan akomodasi ini diharapkan segera berjalan mulai awal pekan depan. Kemenparekraf juga akan berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). PHRI akan memberikan daftar rekomendasi hotel, kemudian diseleksi oleh tim Kemenkes terkait kelengkapan dan kesiapan protokol kesehatan untuk mendukung program tersebut.

Sementara itu, Wishnutama menjelaskan, Kemenkes bertanggung jawab juga menyiapkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan di setiap hotel, termasuk obat, ambulance dan lainnya.

“Sementara ini, hotel yang sudah siap secara protokol kesehatan adalah Yello Hotel, Ibis Hotel, Pop! hotel, Mercure Hotel, dan Novotel di wilayah Jabodetabek. Lalu, ada Ibis Kuta Bali, dan Novotel Banjarbaru di Kalimantan Selatan,” ujar Wishnutama.

Kemenparekraf juga akan membuka kesempatan untuk hotel-hotel lain bergabung berpartipiasi bersama pemerintah. Tujuannya agar dapat menekan angka penyebaran Covid-19. Hal terpenting adalah hotel tersebut dapat menerapkan protokol kesehatan yang sesuai standar Kemenkes.

“Dengan dukungan hotel sebagai tempat isolasi mandiri ini, ke depannya pasien tanpa gejala dan pasien bergejala ringan dapat memanfaatkan fasilitas hotel untuk keperluan isolasi mandiri yang disiapkan. Dengan demikian pasien tidak menularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” katanya.

Editor : Vien Dimyati

 

Artikel Asli: https://www.inews.id/travel/destinasi/wishnutama-kemenparekraf-siapkan-rp100-miliar-untuk-isolasi-pasien-covid-19-di-hotel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami