Wisatawan diimbau jangan abai protokol kesehatan di daerah wisata  

Morotai bisa menjadi koridor wisata wilayah terluar Indonesia
December 28, 2021
Cegah Kerumunan di Malam Tahun Baru, Pantai Kuta Ditutup Jam 11 Malam
December 29, 2021

Antaranews.com / Wuryanti Puspitasari / 29 Desember 2021, 00:10 WIB

 

“Selain penerapan protokol kesehatan, persyaratan vaksinasi dosis lengkap juga diperlukan. Paling tidak, dengan sudah divaksin secara lengkap, wisatawan telah memiliki modal antibody”

 

Purwokerto (ANTARA) – Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengingatkan agar wisatawan tidak mengabaikan protokol kesehatan (prokes) selama berada di objek wisata.

“Wisatawan jangan abaikan protokol kesehatan, harus mematuhi prokes mulai dari perjalanan hingga ketika berada di objek wisata,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Dia menjelaskan momentum libur akhir tahun akan menjadi tolok ukur bagi industri pariwisata di Indonesia pada masa yang akan datang.

“Jika terkendali, maka tahun 2022 nanti sektor pariwisata akan kembali bergairah. Namun jika terjadi lonjakan kasus, maka pariwisata akan kembali terpuruk, dan proses pemulihan sektor pariwisata akibat lonjakan kasus COVID-19 bisa berlangsung cukup lama,” katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, perlu upaya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 selama libur akhir tahun yang disebabkan oleh klaster pariwisata.

“Upaya antisipasi diperlukan, salah satunya dengan memperkuat protokol kesehatan di objek wisata. Hal ini diperlukan terutama dengan munculnya varian baru COVID-19 yakni Omicron yang sudah masuk ke Indonesia,” katanya.

Selain itu, kata dia, perlu juga pengaturan angkutan wisata yang berlaku bagi pengguna moda transportasi pribadi maupun publik.

“Pengaturan dimaksudkan bukan untuk penyekatan, melainkan hanya melakukan pengawasan pada masa liburan akhir tahun. Utamanya bagi moda transportasi yang bertujuan mengunjungi objek wisata. Animo masyarakat untuk berlibur akan menimbulkan kepadatan di objek wisata, sehingga berpotensi terjadinya kerumunan,” katanya.

Selain itu, kata dia, antisipasi lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi dan memastikan persyaratan vaksinasi dosis lengkap.

“Selain penerapan protokol kesehatan, persyaratan vaksinasi dosis lengkap juga diperlukan. Paling tidak, dengan sudah divaksin secara lengkap, wisatawan telah memiliki modal antibodi,” katanya.

Selain itu dia menambahkan perlu juga memastikan kondisi kesehatan bagi wisatawan yang hendak mengunjungi objek wisata.

“Vaksinasi yang lengkap dan kondisi kesehatan yang baik akan membuat wisatawan lain merasa aman dan nyaman saat berwisata,” katanya.

Editor: Risbiani Fardaniah

Artikel Asli : https://www.antaranews.com/berita/2612189/wisatawan-diimbau-jangan-abai-protokol-kesehatan-di-daerah-wisata

logo