Warga ‘Sulap’ Sawahnya Jadi Bungalo untuk Penonton MotoGP Mandalika, Tarifnya Rp2,5 Juta per Malam

Pemerintah Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata, Kebijakan Retrisi Berkontribusi bagi Kunjungan Wisman
March 17, 2022
Kemenparekraf apresiasi penerbangan perdana Jetstar Australia ke Bali
March 17, 2022

Pikiran-rakyat.com/Yudianto Nugraha/17 Maret 2022, 09:05 WIB

PIKIRAN RAKYAT – MotoGP Mandalika menjadi momentum masyarakat Lombok untuk bangkit di tengah pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan Maswan Turral, salah seorang warga Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dia berinisiatif memanfaatkan lahan sawahnya untuk menanam padi sekaligus membangun bungalo untuk dijadikan tempat menginap penonton MotoGP.

“Konsep bungalo panggung ini datang sendiri, setelah melihat hamparan sawah, saya bangun villa sambil menanam padi di bawahnya,” kata Maswan Turral, yang ditemui saat peresmian Turrall Resto & Bungalow’s, di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Rabu, 16 Maret 2022.

Turrall Resto & Bungalow’s ini berlokasi di pinggir jalan ByPass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, bersama Wakil Ketua DPRD NTB H Mori Hanafi turut hadir meresmikan bungalo tersebut.

Maswan yang sehari-hari bekerja di Kota Mataram, mengaku awalnya dia hanya membangun tiga unit bungalo dengan model lumbung padi tradisional khas Lombok. Biasanya, bungalo itu dia tempati untuk beristirahat tatkala pulang kampung, di samping disewakan jika ada tamu yang menginap.

Namun, setelah melihat geliat pasar penonton MotoGP yang mencari penginapan di dekat Sirkuit Mandalika, dia pun kembali membangun empat unit bungalo lainnya.

“Awalnya, saya hanya main-main, tapi karena ada MotoGP ya saya lanjutkan lagi,” tuturnya.

Hasilnya, seluruh kamar bungalo miliknya sudah dipesan oleh tamu mulai 16-22 Maret 2022. Untuk harga sewa per kamar, yang ditawarkan oleh agen perjalanan wisata sebesar Rp2,5 juta per malam. Namun dalam kondisi normal Rp500 ribu per malam.

“Harga kamar masih dipegang travel agent, tapi standar harga khusus saat MotoGP Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, kalau normalnya Rp500 ribu per malam,” ucap Maswan.

Untuk fasilitas, seluruh kamar dilengkapi mesin pendingin atau AC, kemudian tamu juga bisa menikmati panorama hamparan sawah yang luas dengan latar pemandangan Gunung Sasak.

Sebagai tambahan, dia juga menyediakan restoran dengan menu kuliner khas Lombok Tengah, antara lain ayam pelecingan, cengeh, dan sambal bawang putih dengan aroma yang khas.

“Kami juga menyediakan fasilitas transportasi antar jemput bagi tamu yang ingin bepergian,” kata Maswan.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri, mengapresiasi keberanian warganya untuk berinvestasi membangun penginapan dengan memanfaatkan lahan sawah.

“Ini adalah salah satu multi efek dari event MotoGP Mandalika, karena banyak orang yang datang dan butuh penginapan,” katanya.***

Editor: Puput Akad Ningtyas Pratiwi

Artikel asli : https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-013999987/warga-sulap-sawahnya-jadi-bungalo-untuk-penonton-motogp-mandalika-tarifnya-rp25-juta-per-malam?page=2

logo