Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo:  Indonesia Terbukti Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19

Terus Bertambah, Bandara Ngurah Rai Kini Layani Rute Istanbul-Bali PP
March 30, 2022
Sandi: Program Gernas BBI sangat komprehensif untuk berdayakan UMKM
March 31, 2022

Inews.id/  Yan Yusuf / 30 Maret 2022 ,16:21 WIB

JAKARTA, iNews.id – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo menyebut Indonesia terbukti tangguh hadapi pandemi Covid-19. Ini terbukti dengan sektor ekonomi yang alami kontraksi rendah selama pandemi.

Hal itu diungkapkan saat diskusi publik bertema ‘Refleksi dan Pengembangan Kerja Sama Ekonomi Kreatif’ yang diadakan oleh Kemlu, Selasa (30/3/2022). Dalam diskusi itu, Angela memaparkan pada tahun 2020, ketika mayoritas sektor perekonomian terkontraksi tajam, sektor ekonomi kreatif hanya terkontraksi 2,39%.

“Kontraksi yang tergolong rendah tersebut, ditopang dengan peningkatan subsektor yang produk dan jasanya bisa dinikmati oleh masyarakat di rumah masing-masing. Seperti subsektor Games dan Aplikasi menyumbang pertumbuhan sebesar 4,47%, dan TV & Radio menyumbang pertumbuhan terbesar yaitu 10,42%,” katanya.

Diskusi Publik ini diadakan dalam rangka untuk mengetahui perkembangan ekonomi kreatif nasional dan memeroleh pandangan berbagai pemangku kepentingan dalam negeri dan organisasi internasional terhadap upaya pengembangan kerja sama ekonomi kreatif global pasca 2021.

Karena itu, pihaknya berkomitmen mendorong adaptasi pelaku UMKM ekonomi kreatif masuk ke dalam ekosistem digital melalui gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia.

“Kemenparekraf mendukung onboarding pelaku ekonomi kreatif masuk ke platform digital, melakukan pelatihan pemasaran digital, dan kerja sama dengan berbagai e-commerce dalam penyediaan halaman khusus belanja produk lokal,” lanjutnya.

Selain itu, menurutnya, pada 2021, melalui program PEN, Stimulus Bangga Buatan Indonesia berhasil mendorong peningkatan transaksi penjualan produk ekonomi kreatif secara nasional, khususnya pada subsektor fashion, kriya, dan kuliner, melalui penyediaan voucher diskon pada berbagai platform digital.

Di ranah internasional, Indonesia juga telah membuktikan diri sebagai pemain utama dalam usaha pengarusutamaan ekonomi kreatif. Di tahun 2018, Indonesia berhasil menginisiasi Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia pertama dan berhasil mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan kreatif dari akademisi, pelaku bisnis, pelaku kreatif hingga perwakilan pemerintah dan organisasi internasional.

“Memanfaatkan momentum presidensi G-20 Indonesia, WCCE 2022 akan mengusung tema “Inclusively Creative: A Global Recovery” dengan visi untuk mengintegrasikan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pemulihan global. Percakapan ini sangatlah penting, agar ekonomi kreatif tidak hanya menjadi pelengkap, namun menjadi pemain utama dalam kebangkitan ekonomi dunia,” ujar Angela.

Pada WCCE tahun 2022 ini, akan ada empat subtema. Pertama, Ekonomi Kreatif untuk Kebangkitan Global, yang akan berfokus mengenai kebijakan efektif dan inklusif. Kedua, HKI dan Hak Para Kreatif, yang menekankan pentingnya perlindungan dan pemanfaatan HKI, serta mengeksplorasi pemenuhan hak dan jaminan sosial para kreatif. Ketiga, ekonomi kreatif dan Inklusivitas serta Sustainable Development Goals. Terakhir, Masa Depan Ekonomi Kreatif dalam tatanan ekonomi nasional dan dunia.

Tentunya, Angela berharap WCCE 2022 bisa menjadi platform untuk memetakan kelanjutan pengarusutamaan ekonomi kreatif dunia. Angela juga turut mengundang peserta untuk bergabung dalam inisiatif ini.

“Akhir kata, saya berharap diskusi publik ini memberikan kesempatan bagi kita semua untuk melihat lebih jauh, bagaimana ekonomi kreatif bukanlah sekadar sektor komplementer. Namun merupakan sektor kunci dalam pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Angela mengakhiri sambutannya. Acara ini dihadiri juga oleh Mahendra Siregar, Wakil Menteri Luar Negeri Republik dan Peserta Diskusi Publik.

Editor : Vien Dimyati

Artikel asli : https://www.inews.id/travel/destinasi/wamenparekraf-angela-tanoesoedibjo-indonesia-terbukti-tangguh-hadapi-pandemi-covid-19/all

logo