Usai Pandemi, Perjalanan Bisnis Menguat dan Staycation Masih Menggeliat

Omicron BA.4 dan BA.5 Merebak, Sandiaga Uno Minta Pelaku Pariwisata Tak Longgarkan CHSE
June 21, 2022
Pendampingan 10 Desa Wisata Binaan Kembangkan Pemasaran Produk dan Wisata
June 21, 2022

Kumparan.com/ kumparanTRAVEL/ 21 Juni 2022, 16:31 WIB

Melandainya pandemi COVID-19 merupakan angin segar untuk semua sektor terdampak, salah satunya pariwisata. Saat pandemi pun tren-tren wisata baru juga tercipta.

Tapi, dengan menurunnya kasus COVID-19 tidak membuat tren wisata baru tersebut memudar, salah satunya adalah staycation.

Hal tersebut disampaikan oleh VP of Accommodation tiket.com, Cisyelya Bunyamin, saat press conference kolaborasi antara tiket.com dan St. Ives di Jakarta, pada Selasa (21/6).

“Jadi sebenarnya in general perjalanan bisnis sudah mulai menggeliat kembali, tren staycation juga tidak pudar dan bahkan semakin banyak,” kata Cisyelya Bunyamin.

Ditambah lagi istilah kerja di mana saja juga masih berlaku. Bahkan, work from Bali pun masih ramai diminati oleh para pekerja jarak jauh.

Maka dari itu sebagai pelaku pariwisata, tiket.com terus memikirkan bagaimana para costumer-nya untuk merasakan benefit-benefit yang sebelumnya belum pernah didapatkan.

“Jadi sebagai salah satu pelaku usaha pariwisata, tentunya kami terus mendukung bangkitnya pariwisata Indonesia secara keseluruhan dan harus pintar dalam memanfaatkan momentumnya,” ujar Cisyelya Bunyamin.

Kolaborasi-kolaborasi yang dilakukan tiket.com akan memikirkan bagaimana para penggunanya untuk mendapatkan value lebih dan experience yang tentunya berbeda.

“Kita ingin para traveler bisa antusias lagi untuk berwisata dan masih harus taat protokol kesehatan (prokes). Karena COVID-19 belum usai, dan kita akan terus mengingatkan kepada traveler kalau jangan sampai kendor masalah prokes,” papar Cisyelya Bunyamin.

Cisyelya Bunyamin juga mengatakan Kemenparekraf telah merilis data, bahwa untuk wisatawan domestik sudah kunjungannya sudah mencapai 70 persen seperti saat sebelum pandemi melanda.

Sedangkan untuk turis asing yang masuk di Indonesia sudah mencapai 30 persen sama seperti sebelum COVID-19 menyerang.

“Teman-teman hotel di Bali senang banget melihat sudah mulai bangkitnya pariwisata di Indonesia. Bukan hanya Bali, tapi Yogyakarta, dan bahkan staycation di Jakarta pun masih menjadi pilihan banyak orang,” tutup Cisyelya Bunyamin.

Artikel asli : https://kumparan.com/kumparantravel/usai-pandemi-perjalanan-bisnis-menguat-dan-staycation-masih-menggeliat-1yJZXV0qs6K/full

logo