Tuty Adib Bawa Batik Kersen ke Muslim Fashion Festival

Gandeng Fitco, PSSI Buka Restoran Makanan Sehat di GBK
April 11, 2021
Laporan Pemantauan Covid-19 di Sektor Parekraf (12 April 2021)
April 12, 2021

Suaramerdeka.com / Langgeng Widodo / 12 April 2021,01:21 WIB

SURAKARTA, suaramerdeka.com – Pohon kersen atau talok, yang dalam bahasa latin disebut muntingia calabura, konon berasal dari Amerika tropis, seperti Meksiko, Karibia, Amerika Tengah sampai ke Peru dan Bolivia. Tumbuhan pionir itu dibawa ke Filipina pada akhir abad-19, lalu dengan cepat menyebar di wilayah tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Pohon kersen lebih banyak sebagai peneduh di pinggir jalan. Pohon kecil ini sering tumbuh liar di tepi jalan, selokan, atau muncul di tengah retakan tembok lantai atau pagar, dan akhirnya tumbuh cepat, membesar sebagai pohon naungan, meski dibiarkan.

Buah kersen yang bulat kecil disukai anak-anak, burung dan codot. Buah ini juga dapat dijadikan selai. Di Meksiko, kersen dijual di pasar. Kayunya yang lunak dan mudah kering covok untuk kayu bakar. Kulit kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan pembalut.

Belakangan, para pengrajin batik “Adi Busana” Sukoharjo binaan kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo memanfaatkan daun kersen sebagai pewarna batik tulis berkonsep sustainable fashion. “Dengan proses pencelupan berulang kali, pewarnaan alam kersen menghasilkan warna kuning corn unik,” kata owner batik “Adi Busana”, Yayuk.

Batik berkonsep sustainable fashion itu senada dengan semangat BI Solo dalam mendorong klaster dan UMKM binaannya menuju konsep sustainable farming/product dalam melestarikan lingkungan. Sustainable fashion merupakan konsep produksi garmen dan pakaian ramah lingkungan dan beretika, mendukung kelangsungan hidup para pekerja yang terlibat dalam setiap produksi.

Dengan semangat kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, Tuty Adib membawa batik warna alam daun kersen dari pengrajin batik “Adi Busana” Sukoharjo itu ke Muslim Fashion Festival (MUFFEST), sebuah ajang fashion show dan pameran busana muslim nasional. Ajang bertema “Recovery for Fashion Industry” itu digelar kembali tahun ini, guna membantu pemulihan ekonomi nasional melalui sektor fesyen muslim.

Berbeda dari tahun lalu, ajang itu mengusung konsep hybrid yaitu offline atau langsung dan online secara virtual. Lima kota ditunjuk sebagai tempat festival. Yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bekasi, dan Bandung.Untuk Yogyakarta MUFFEST digelar 31 Maret – 11 April 2021 di Hartono Mall.

Dalam ajang MUFFEST tersebut, koleksi busana batik tulis hasil rancangan Tuty Adib yang diberi tema “KERSEN” dijadikan opening dalam fashion show di ajang itu, Jumat (9/4). Adapun dalam closing bertema “DESIR”,  Minggu (11/4), Tuty Adib mengeluarkan koleksi busana muslim berbahan batik tulis dengan tehnik pewarnaan alam dari tanaman mangrove. Dia menampilkan masing- masing enam outfit busana muslim ready to wear deluxe, untuk opening show dan closing.

“Perpaduan warna kuning corn putih dan coklat kekuningan dari kersen menjadikan koleksi ini tampil  anggun dan elegan. Rancangan semakin elegan dengan besutan detil sematan mote “sand” warna putih yang menjadikan motif batik tampak lebih hidup,” kata desainer Solo yang lagi naik daun itu.

Seperti tahun 2020 saat mengelar event fashion show Pesona Batik Girilayu, Tuty Adib berkesempatan lagi untuk berkolaborasi dengan BI Solo. Dukungan BI Solo untuk terus mendorong pelaku industri fesyen muslim di Soloraya termasuk UMKM agar mampu menghasilkan berbagai inovasi baik di bidang desain maupun arah tren fesyen muslim menjadi salah satu alasan mengapa Tuty Adib berkolaborasi.

Sebagai salah satu pegiat industri fesyen muslim, Tuty mengapresiasi Bank Indonesia yang konsisten memberi fasilitasi kepada para desainer dan UMKM fesyen yang membutuhkan wadah dan panggung untuk dapat meningkatkan kapasitas serta kemampuan diri, khususnya sebagai wirausaha di bidang fesyen muslim serta mempromosikan dan memperkenalkan potensi produk fesyen muslim, baik dalam negeri atau luar negeri.

Antara lain melalui Muslim Fashion Festival (MUFFEST), Karya Kreatif Idonesia (KKI) dan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang merupakan bagian dari event perjalanan sebelum Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF).

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/solo/260429-tuty-adib-bawa-batik-kersen-ke-muslim-fashion-festival?page=all

logo