Berbagi Informasi Dengan Bijak
August 31, 2020
Siaran Pers : Kemenparekraf Kirim Bantuan Paket Balasa kepada Pelaku Pariwisata Riau
September 1, 2020

Medcom.Id/ Antara / 01 September 2020, 08:47 WIB

Badung: Pascadibukanya sektor Pariwisata secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Bali pada 31 Juli 2020 lalu, wisatawan domestik mulai mengunjungi wisata bahari yang terletak di Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali.

“Sudah resmi dibuka sejak 31 Juli, sudah ada pengunjung tapi baru dari wisatawan domestik dengan persentase baru dua persen. Biasanya menerima tamu yang satu mobil isinya empat orang. Itupun masih dikatakan jarang, sehingga pendapatan masih minim,” kata salah satu pemilik water sport atau sarana olahraga air di Tanjung Benoa, Bali, Putu Agus Sanjaya, dikutip dari Antara, Selasa, 1 September 2020.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya pada 9 Juli telah dilakukan uji coba di wilayah wisata bahari tersebut untuk mempersiapkan protokol kesehatan, mulai dari uji coba speed boat, tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Selama masa pandemi ini, beberapa peralatan wisata bahari tidak dapat difungsikan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan kurangnya perawatan dan jarang dipergunakan sejak ditutupnya kunjungan wisatawan ke Bali, karena covid-19.

“Kalau sebelum pandemi ini omzet mencapai Rp100 juta-Rp150 juta, sedangkan sekarang setelah pandemi ini Rp50 juta per bulannya. Itupun sudah dialihkan untuk perawatan speed boat dan peralatan lainnya. Karena apapun barang-barang kita yang berurusan sama laut pasti rontok ya kalau enggak cepat-cepat dirawat,” jelasnya.

Agus Sanjaya menjelaskan ketika sebelum ada covid-19, wisatawan baik domestik dan mancanegara sering menikmati wisata bahari di Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali.

Biasanya di Januari sampai Maret 2020, dipenuhi wisatawan Tiongkok, kemudian Maret sampai Mei didominasi wisatawan Eropa, India, dan Arab. Namun, ketika waktu libur sekolah, didominasi wisatawan domestik dari Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan Banyuwangi.

Penurunan pendapatan dari wisata bahari ini mencapai lebih dari 100 persen. Tidak hanya berdampak pada turunnya kunjungan wisatawan tetapi juga pada jumlah pekerja yang banyak dirumahkan.

Ia menjelaskan bahwa selama beroperasi, lebih dari 70 orang yang dipekerjakan. Namun, karena covid-19, dan kunjungan wisatawan sempat ditutup maka 70 persen karyawan dirumahkan.

“Di wilayah Tanjung Benoa, ada 23 water sport yang terkena dampak yang sama karena pandemi ini,” jelasnya.

Ke depannya, Agus Sanjaya menargetkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara kembali meningkat, khususnya untuk wisata bahari.

“Kita di sini menerima semua wisatawan dan tidak pernah membandingkan wisatawan asing dan domestik. Kita harus yakinkan wisatawan dapat berwisata ke Bali dengan aman dan mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan beberapa permasalahan yang ditemukan dari agen-agen travel yaitu pertimbangan wisatawan dengan adanya syarat tes cepat covid-19.

“Mereka sebenarnya tidak takut di rapid test, tapi takut bayar rapid test,”ucapnya.

Artikel Asli : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/ybDlxeZb-turis-lokal-mulai-kunjungi-wisata-bahari-di-bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami