Tren Digital di Sektor Pariwisata Bangkitkan Peluang Baru bagi Pelaku Wisata

Bukti Indonesia Pantas Dinobatkan Jadi Negara Terindah di Dunia
August 24, 2022
Warga Papua diajak jadi Creativepreneur Torang Bisa
August 24, 2022

Inews.id/ Vien Dimyati /24 Agustus 2022 ,15:18 WIB

JAKARTA, iNews.id – Selama masa pandemi Covid-19, industri pariwisata mengalami dampak signifikan. Namun, seiring dengan tren digital, industri ini perlahan bangkit.

Pertumbuhan digitalisasi telah memberikan peluang baru bagi berbagai sektor untuk bertahan dan bangkit, termasuk sektor pariwisata. Laporan e-Conomy SEA 2021 menyebutkan pandemi telah mendatangkan hingga 21 juta konsumen digital baru selama 2020 hingga paruh pertama 2021.

Widyasari Listyowulan, Vice President of Public Policy & Government Relations, Traveloka mengatakan, tidak hanya konsumen, aktivitas digital juga terefleksikan pada pertumbuhan PDB ekonomi digital Indonesia di 2020 yang tumbuh sebesar 11 persen.

“Kinerja sektor pariwisata nasional mulai menunjukkan perbaikan pada awal tahun 2022 dan diharapkan dapat tumbuh hingga 4,3 persen dari realisasi tahun 2021 sebesar 4,2 persen,” ujar Widyasari belum lama ini.

Dia menjelaskan teknologi digital berkontribusi dalam membangkitkan pariwisata. Salah satunya, Traveloka yang memiliki inovasi digital yang dibuat oleh talent digital dapat dipakai oleh wisatawan untuk menikmati area wisata yang lama dan baru.

“Ada banyak area wisata baru bermunculan. Ya, itu karena tren anak muda travelling lewat darat, menemukan area wisata baru. Ini jadi potensi wisata baru,” katanya.

Widyasari menambahkan, dalam mendukung transformasi digital di Indonesia, Traveloka dipercaya oleh Kominfo untuk menjadi Koordinator Industry Task Force Digital Economy Working Group (ITF DEWG).

“Kami akan berkomitmen untuk mendukung pemerintah meningkatkan literasi dan talenta digital,” ujarnya.

Sebagai perusahaan teknologi, Traveloka percaya akan pentingnya sinergi lintas sektor. Hal ini diwujudkan dengan mendorong pelaku di industri pariwisata mengadopsi teknologi untuk membantu memperluas akses layanan mereka dan juga mendorong roda bisnis mereka terus berjalan.

“Kami percaya semangat kolaborasi pada ekosistem digital yang inklusif, berkelanjutan, dan memberdayakan adalah kunci bagi pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi,” kata Widyasari.

Di sisi lain, Traveloka juga berkomitmen untuk menyediakan solusi end-to-end untuk memenuhi kebutuhan perjalanan dan gaya hidup masyarakat Indonesia, serta berkontribusi dan berdampak positif bagi ekosistem sektor pariwisata nasional yang melibatkan para mitra dan UMKM di Indonesia.

Mira Tayyiba, Sekretaris Jenderal, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Chair Digital Economy Working Group G20 mengatakan, kolaborasi ITF dalam DEWG G20 bertujuan untuk menyukseskan pembahasan ekonomi digital menuju ekosistem digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.

“Survei Kominfo bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan sebesar 77 persen penduduk Indonesia sudah menggunakan internet hingga lebih dari 8 jam sehari. Melihat aspek digital sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat kita, optimalisasi pemanfaatan keterampilan digital sangat dibutuhkan,” kata Mira.

Dia menambahkan, hal ini sejalan dengan tujuan DEWG G20 untuk mencapai transformasi digital secara utuh dan menghasilkan nilai tambah di setiap sektor ekonomi nasional. Di sinilah kolaborasi dengan sektor swasta penting untuk membangun pondasi transformasi dan ekonomi digital yang kuat.

Ada tiga isu prioritas yang menjadi pembahasan DEWG, yakni konektivitas dan pemulihan pascapandemi, kecakapan digital dan literasi digital, serta arus data lintas batas negara. Guna menyelaraskan hasil diskusi transformasi digital dengan pertumbuhan ekonomi nasional, DEWG juga mengundang para pakar ekonomi untuk mendiskusikan aspek ekonomi dalam tiga isu prioritas tersebut.

Editor : Vien Dimyati

Artikel asli : https://www.inews.id/travel/destinasi/tren-digital-di-sektor-pariwisata-bangkitkan-peluang-baru-bagi-pelaku-wisata

logo