Tingkatkan Potensi Ekonomi Kreatif dengan Digitalisasi Pemasaran

Sandiaga Ingin Relokasi Rp150 Triliun Dana Pelesir WNI ke Luar Negeri
March 5, 2021
Siaran Pers: Indonesia-UEA Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi Kreatif
March 5, 2021

Suaramerdeka.com/Surya Yuli P/ 5 Maret 2021, 18:53 WIB

SALATIGA, suaramerdeka.com – Disadari atau tidak banyak sektor ekonomi di Kota Salatiga yang mengalami penurunan, akibat pandemi Covid-19 yang dimulai tahun lalu. Meski demikian perlu diupayakan bersama agar sektor ekonomi kembali bangkit. Salah satu yang perlu dikembangkan adalah potensi ekonomi kreatif yang saat ini masih eksis di Kota Salatiga.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, saat menggelar dialog memanfaatkan masa reses, dengan menghadirkan pelaku ekonomi kreatif di RM Joglo Rini, Jumat (5/3). ”Hampir semua sektor menurun, perlu strategi agar sektor ekonomi bangkit. Mohon saya diberi masukan yang akan saya bawa dalam rencana kerja pembangunan daerah,” kata Dance.

Roy Wibisono, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Salatiga mengakui, banyak usaha yang goncang akibat pandemi, tapi banyak sektor yang justru berkembang saat pandemi. Pemilik Naruna Ceramic di Jl Sawosari 2, Kelurahan Bugel, ini mengungkapkan, selama pandemi omzet usahanya naik 12 kali lipat. Sehari dia menerima 10 hingga 20 UKM yang belajar di tempat usahanya. Menurutnya solusi agar usaha berkembang ada pada kemampuan riset, desain, produksi, marketing, dan leadership.

Hadir dalam kegiatan itu, Kadinas Kebudayaan dan Pariwisata Valentino T Haribowo, Kadinas Pangan dan Pertanian Nunuk Dartini, Kepala Bappeda Agung Hendratmiko, Kadinas Perindustrian dan Perdagangan Budi Prasetiyono, Kabag Perekonomian Siswo Hartanto. Hadir pula para Lurah yang saat ini sedang gecar mengembangkan kelurahan wisata di daerahnya masing-masing.

Para pejabat di lingkungan Pemkot Salatiga tersebut secara umum menyatakan siap bekerja sama mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Kota Salatiga. Banyak kerja sama yang bisa diwujudkan untuk membantu pengembangan usaha masyarakat.

Sementara itu Tito Satriyo, anggota Komite Ekonomi Kreatif Kota Salatiga berharap agar di segera dimiliki digital marketing berbasis web, yang menampung seluruh produk usaha pelaku ekonomi kreatif di Kota Salatiga.

Arsitek dan pemilik Arts Koffie Huis 1915 Salatiga itu berharap, dengan adanya digital marketing, maka siapa saja dengan mudah mendapatkan informasi dan pelayanan bisnis produk ekonomi kreatif.

Di tempat yang sama para pelaku ekonomi kreatif meminta agar Pemkot Salatiga atau siapa saja warga Kota Salatiga, memanfaatkan dan menggunakan jasa, serta membeli produk karya pelaku ekonomi kreatif lokal. Budaya menggunakan produk lokal, meskipun harga relatif lebih mahal, tetapi justru menghidupkan ekonomi di Kota Salatiga.

Di akhir pertemuan, Ketua DPRD Dance Ishak Palit mendukung pemanfaatkan digitalisasi pemasaran produk dan jasa ekonomi kreatif di Kota Salatiga. Terlebih saat ini pemasaran produk dilakukan memanfaatkan aplikasi lewat ponsel.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/semarang/256562-tingkatkan-potensi-ekonomi-kreatif-dengan-digitalisasi-pemasaran?page=all

logo