Siaran Pers : Kemenparekraf Apresiasi Digelarnya Konser “Colorful Ambon City of Music”
November 1, 2020
Kemenparekraf Manfaatkan Media Sosial untuk Promosi Wisata dan Penyampaian Informasi
November 2, 2020

Suaramerdeka.com /Arif Prayoga/ 2 November 2020, 00:17 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com -Libur panjang yang berlangsung selama lima hari, dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menyegarkan diri dengan mengunjungi tempat-tempat wisata.

Sejumlah objek wisata di Kota Semarang pun terlihat ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun luar kota, khususnya pada akhir pekan. Tercatat, kenaikan jumlah pengunjung terpantau ada di objek wisata Kota Lama, Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Goa Kreo, dan Semarang Zoo.

Adapun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang memang tidak mematok target kunjungan wisatawan secara signifikan. Mereka hanya menekankan agar wisatawan justru bisa merasa aman dan nyaman, saat mengunjungi tempat-tempat wisata di Kota Semarang.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, arus kendaraan yang memasuki Kota Semarang telah terlihat mengalami peningkatan sejak Rabu (28/10).

Banyak di antaranya merupakan kendaraan berpelat luar Semarang. Selain itu, pihaknya juga telah mendapatkan laporan jika hunian hotel turut mengalami peningkatan tamu yang menginap. Sebelumnya, Disbudpar memang telah meminta agar objek wisata, hotel, dan restoran tetap menerapkan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan atau Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) Protocols dengan ketat. ”Kami mendapatkan laporan dari beberapa tempat wisata dan restoran, jika pengunjungnya mengalami kenaikan. Sama halnya dengan hotel-hotel, khususnya yang berada di tengah kota. Hal tersebut telah terjadi sejak hari pertama libur panjang Maulid Nabi. Untuk saat ini, kami tidak menargetkan jumlah pengunjung. Hanya ingin, mereka bisa berwisata dengan aman dan nyaman selama di Kota Semarang,” ujar dia, Minggu (1/11).

Mengalami Penurunan

Menurut Iin, sapaan sehari-harinya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata memang sempat mengalami penurunan pada Jumat (30/10), namun masih terbilang ramai dibandingkan pada akhir pekan biasanya.

Diperkirakan, kunjungan wisatawan mengalami puncaknya pada hari terakhir libur panjang yakni pada 1 November 2020. Libur panjang ini, kata dia, merupakan strategi pemerintah dalam rangka mengembalikan sektor pariwisata agar hidup kembali. Keberadaan pelatihan dan sertifikasi terkait penerapan protokol CHSE, tambah Iin, ternyata turut membantu dalam menggerakan wisatawan dan pengelola pariwisata, agar tetap menjaga diri. Tujuannya, agar jangan sampai tertular dan muncul klaster baru Covid-19 pada saat libur panjang Maulid Nabi.

”Pelatihan dan sertifikasi protokol CHSE masih terus akan berlangsung.

Kami berharap, ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha. Sekaligus utuk memberikan keyakinan kepada mereka, bahwa industri pariwisata bisa bangkit kembali dalam waktu dekat,” ungkap Iin. (ary-58)

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/semarang/245822-target-utama-wisatawan-bisa-merasa-aman-dan-nyaman

logo
Hubungi Kami