Tangguh Hadapi Covid-19, Kemenparekraf Perkenalkan Gerakan BISA di Tangerang

Traveloka Hadirkan “Fly Worry-Free” untuk Fleksibelitas Perjalanan Pengguna
August 4, 2020
Kemenparekraf Ajak Pelaku Usaha Kuliner Asah Kreativitas Melalui Masamo
August 4, 2020

Liputan6.com/Diterbitkan 4 Agustus 2020, pukul 19.13 WIB

Liputan6.com, Jakarta Kemenparekraf/Baparekraf terus bergerak untuk mengkampanyekan gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA). Kali ini, mereka mengajak para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk menyambut kebiasaan baru pada Selasa (04/08/2020).

Menurut Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Kurleni Ukar, Gerakan BISA adalah implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo.

“Arahan tersebut adalah untuk melaksanakan gerakan perlindungan sosial bagi pelaku dan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Tepatnya melalui gerakan padat karya dan memberikan stimulus bagi para pelaku usaha di sektor parekraf,” ujarnya seperti rilis yang diterima media.

Ditambahkannya, Gerakan BISA yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelaku usaha parekraf dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di lingkungan destinasi wisata.

“Kita ingin masyarakat dan pelaku parekraf benar-benar siap untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru pasca pandemi Covid-19, khususnya di Desa Tanjung Burung Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf sampai saat ini telah melaksanakan Gerakan BISA di beberapa wilayah Indonesia. Gerakan ini sudah berlangsung di Kabupaten Langkat, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Pulau Untung Jawa dan Pusat Kuliner Muara Angke, Ciwidey, Ranca Bali, Lembang, Tahura Bandung dan Tegal.

Lalu lanjut ke Pekalongan, Wonosobo, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram, Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pandeglang.

“Di masa-masa berat kita seperti ini, Kita membutuhkan ketahanan dan kesabaran dalam menghadapi pandemi. Kita harus meyakini bahwa hidup harus tetap berjalan.Kami dari Kemenparekraf dengan keterbatasan anggaran yang ada, mengadakan program seperti padat karya. Dengan program ini diharapkan kita dapat menghadapi dengan optimis masa pandemi ini,” katanya.

Ditambahkannya, subsektor pariwisata sangat terdampak pandemi, bisa dilihat banyaknya hotel dan destinasi pariwisata yang tutup. Kemenparekraf dan DPR mengharapkan agar pandemi ini tidak menjadi masalah yang besar dan semoga pandemi ini segera berakhir agar sektor pariwisata dapat pulih seperti sediakala.

Hadir dalam Gerakan BISA di Desa Tanjung Burung mitra kerja Kementerian Parekraf/Badan Parekraf di Komisi X DPR RI Martina. Dia mengatakan, sejak awal tahun Indonesia terkena pandemi.

“Kita merasa kejenuhan pada masa pandemi ini. Kejenuhan tersebut dapat dihadapi dengan pariwisata, melalui Gerakan BISA. Dengan destinasi yg bersih, indah, sehat, dan aman maka akan banyak wisatawan yang datang. Semoga program ini dapat terus berlanjut agar kita dapat melewati pamdemi ini dengan sehat,” katanya.

Setelah pembukaan dan penyerahan alat kebersihan secara simbolis, aktivitas Gerakan BISA dilanjutkan dengan bersih-bersih di sekitar Desa Tanjung Burung. Kemenparekraf juga memberikan bantuan alat pengukur suhu, tempat sampah, dan peratalan kebersihan.

Artikel Asli: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4322548/tangguh-hadapi-covid-19-kemenparekraf-perkenalkan-gerakan-bisa-di-tangerang

logo
Hubungi Kami