Talenta Digital Paling Dicari Industri Kreatif, Salah Satunya di Sektor Pariwisata hingga UMKM

Pariwisata dan Ekonomi Digital Pilar Penting Percepatan Pemulihan Ekonomi RI
October 19, 2022
Digelar Hari Ini, Festival Danau Poso Event Tahunan yang Sudah Ada sejak 1989
October 20, 2022

Inews.id / Vien Dimyati/ 20 Oktober 2022, 07:57

JAKARTA, iNews.id – Di era transformasi digital, talenta digital sangat dibutuhkan oleh industri kreatif. Salah satunya ada di sektor pariwisata, UMKM, pendidikan, dan lainnya.

Perkembangan pesat di bidang teknologi memunculkan sejumlah peluang baru terkait profesi di era digital. Namun, di saat yang sama, sejumlah tantangan juga perlu dituntaskan untuk merespons kebutuhan keahlian dan kecakapan di sektor digital tersebut.

Oleh karena itu, literasi digital sangat dibutuhkan agar masyarakat paham bagaimana mana seluk-beluk dunia digital dan pemanfaatannya.

Mengenai ragam profesi di era digital, Executive Assistant of YOT Holding Chelen, menguraikan tujuh jenis profesi. Ketujuh profesi itu adalah pembuat konten (content creator), spesialis media sosial, affiliate account manager, desainer grafis, analis data, web developer & UI/UX Designer, dan machine learning engineer.

Ragam profesi tersebut, menurut Chelen, di masa beberapa waktu lalu kurang dikenal. Kini, ragam profesi ini sangat dibutuhkan.

“Dulu, siapa yang tahu apa itu content creator? Kini, pekerjaan ini sangat menjanjikan. Begitu juga spesialis media sosial yang menjadi media promosi. Desainer grafis pun sangat strategis untuk mendukung promosi di media sosial. Pertanyaannya, siapkah kita dengan serba digitalisasi tersebut,” kata Chelen melalui keterangannya dikutip Rabu (19/10/2022).

Chelen mencontohkan aplikasi hasil karya anak bangsa bernama Cultura. Aplikasi ini merupakan media pembelajaran dan pelestarian budaya Indonesia berbasis gim dengan menggunakan teknologi augmented reality. Aplikasi ini dibuat oleh tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya angkatan 2018.

“Jangan lupa, ragam karya anak negeri di bidang digital, maupun yang lainnya, harus didukung dan dilestarikan. Caranya, kita harus mencintai produk-produk buatan dalam negeri dan bangga dalam menggunakannya,” ujar Chelen.

Ketua Umum Ekstrakurikuler Pandu Digital Indonesia Anshar Syukur menambahkan, di era digital sekarang ini, kecakapan digital sangat diperlukan. Dalam program literasi digital, ada istilah yang dia sebut sebagai pandu digital, yaitu masyarakat yang memiliki pemahaman, kemampuan, dan kompetensi mendasar terkait literasi digital. Fokus kegiatan ini ada di sektor UMKM, pariwisata, pendidikan, desa digital, petani, dan nelayan.

“Tantangan di era digital saat ini, khususnya di Indonesia, adalah keamanan siber, persaingan yang begitu ketat, pembangunan sumber daya manusia, akses internet yang belum merata, serta penerapan regulasi,” tuturnya.

Menurut Anshar, untuk mendukung kecakapan digital di masyarakat, bisa dikembangkan lewat kegiatan ekstrakurikuler di berbagai sekolah di Indonesia. Landasan aturan untuk mendukung kegiatan tersebut sudah ada, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dibutuhkan kolaborasi banyak pihak untuk mendukung program ini.

Sementara itu, menurut CEO PT Mahakarya Berkah Sejahtera Muhajir Sulthonul Aziz, individu yang cakap digital dinilai mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras maupun perangkat lunak dalam lanskap digital.

Beberapa hal tersebut adalah cara menggunakan mesin pencarian, menggunakan berbagai aplikasi percakapan dan media sosial, serta memahami berbagai ragam transaksi digital. Transaksi digital ini meliputi dompet digital, uang elektronik, dan lokapasar.

“Kita dapat mencapai kecakapan digital jika kita tahu dan paham ragam dan perangkat lunak yang menyusun lanskap digital. Setiap kita diharapkan bisa mengoptimalkan penggunaan perangkat digital utamanya perangkat lunak sebagai fitur proteksi dari serangan siber,” katanya.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Editor : Vien Dimyati

Artikel asli : https://www.inews.id/travel/destinasi/talenta-digital-paling-dicari-industri-kreatif-salah-satunya-di-sektor-pariwisata-hingga-umkm/all

logo