Syarat Wisata Sehat untuk Masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko

Candi Borobudur Hanya Terima Wisatawan yang Penuhi Syarat Wisata Sehat
May 17, 2021
Kepala Dinas Pariwisata Kalbar Minta Pemda Ikut Cegah Munculnya Klaster Wisata
May 17, 2021

Liputan6.com/Asnida Riani/Diterbitkan 17 Mei 2021 pukul 16.01 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Akses khusus ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko akan diberikan para wisatawan yang memenuhi syarat wisata sehat, menurut laporan Antara, Senin (17/5/2021). Apa saja syarat wisata sehat yang dimaksud?

Corporate Secretary PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Emilia Eny Utari, menjelaskan bahwa syarat wisata sehat, yakni sudah melakukan vaksinasi COVID-19 dan menunjukkan bukti sertifikatnya.

“Atau tes RT-PCR, rapid test antigen, dan GeNose C19 (dengan hasil negatif) yang masih berlaku saat tiba di destinasi,” imbuhnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa aturan wisata sehat ini juga mewajibkan registrasi bagi setiap pengunjung.

Dengan begitu, asal wisatawan bisa tercatat dengan jelas dan nantinya memudahkan pelacakan. Sistem registrasi ini, kata Emilia, juga sebagai bentuk pengendalian jumlah kuota kunjungan per hari.

Selama Mei 2021, pihaknya menyebut telah mempersiapkan strategi khusus berbasis visitor management, serta penerapan Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE). Salah satu praktiknya dengan menerapkan transaksi cashless dan touchless di Candi Borobudur.

Terobosan demi terobosan yang dilakukan pihaknya dikatakan sebagai penerapan “wisata berbasis keselamatan wisatawan” guna mendukung program wisata aman selama pandemi COVID-19. Di samping, mereka juga telah mengantongi sertifikasi CHSE yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Vaksinasi bagi Karyawan

Sebagai upaya tambahan, TWC juga telah memastikan bahwa seluruh karyawan mereka telah menjalani vaksinasi COVID-19 secara lengkap. “Ada pin covid vaccinated (yang dipakai staf). Kami juga tetap melaksanakan sterilisasi setelah proses pelayanan harian selesai,” katanya.

Di samping, mereka juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai aturan operasional destinasi wisata selama pandemi COVID-19. Salah satunya adalah keputusan menutup objek wisata Candi Borobudur selama libur Lebaran, di mana ini merujuk pada imbauan Pemerintah Kabupaten Magelang.

Dalam operasional sehar-hari, Emilia menyebut bahwa satuan tugas (satgas) penanganan COVID-19, baik dari Kabupaten Sleman maupun Kabupaten Klaten, sering datang ke objek wisata di bawah pengelolaan mereka untuk mengecek penerapan protokol kesehatan.

 

Artikel Asli: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4559368/syarat-wisata-sehat-untuk-masuk-candi-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko

logo