Siaran Pers : Menparekraf Ajak Generasi Milenial Majukan Parekraf Indonesia
January 27, 2021
Siaran Pers : Kemenparekraf Gandeng Traval.co dan Caventer Gelar Tur Virtual 10 Desa Wisata
January 27, 2021

Inews.id/Vien Dimyati/Diterbitkan, 27 Januari 2021 – 17.13 WIB

 

JAKARTA, iNews.id – Travelling mengunjungi tempat wisata menarik masih menjadi populer pada 2021. Berdasarkan survei Traveloka, wisatawan masih akan memilih staycation dan roadtrip untuk menghabiskan liburan. Berdasarkan data Traveloka, aktivitas traveling berupa staycation menjadi pilihan 38 persen pengguna. Kemudian 34 persen memilih untuk menikmati wisata kuliner dan 25 persen lain ingin mengalami naik pesawat domestik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan hingga saat ini, pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman nyata. Protokol kesehatan tetap menjadi prioritas utama di tengah upaya kami untuk memulihkan sektor pariwisata, dan upaya ini membutuhkan dukungan semua pihak. “Sebagai perusahaan teknologi dengan jumlah pengguna dan mitra yang sangat besar dan luas, Traveloka dapat berpartisipasi untuk membantu memastikan dijalankannya protokol kesehatan dengan baik oleh wisatawan maupun para pelaku wisata sehingga membantu mempercepat proses pemulihan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, melalui keterangan virtualnya, belum lama ini.

Sementara itu, Co-Founder Traveloka, Albert mengatakan, berdasarkan survei internal terhadap pengguna Traveloka antara 28 Mei dan 16 Agustus 2020, sebanyak 67% responden memilih liburan sebagai aktivitas yang paling ingin dilakukan setelah pandemi berakhir. Sementara itu, sepanjang tahun lalu, 26% pengguna Traveloka menyatakan telah berlibur dan 72% dari mereka pergi keluar kota domisili dengan menggunakan mobil pribadi (roadtrip). Destinasi terpopuler selama 2020 untuk staycation maupun roadtrip adalah Jakarta, Bandung dan Surabaya, disusul oleh Malang, Yogyakarta, Solo, Semarang dan Bali.

Berdasarkan survei internal terhadap pengguna yang menyatakan, hampir separuh dari para pengguna berencana untuk melakukan perjalanan menggunakan transportasi pesawat. “Oleh karena itu, Traveloka memprediksi penerbangan akan kembali meningkat sebagai transportasi utama dalam bepergian. Selain itu, staycation dan roadtrip akan tetap menjadi favorit pengguna di 2021,” kata Albert.

Albert menambahkan, dengan mengedepankan kepatuhan kepada protokol kesehatan, untuk mengantisipasi kebutuhan pengguna yang mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa pandemi, Traveloka telah meluncurkan beragam produk dan fitur inovatif yang memungkinkan pengguna memenuhi kebutuhan perjalanan dan gaya hidupnya baik dari faktor jaminan protokol kesehatan, potongan harga, hingga fleksibilitas penggunaan produk dan layanan yang kami sediakan.

Di dalam negeri sendiri, lanjutnya, minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata terhitung masih tinggi. Sudah mulai tersedianya vaksin Covid-19 di Indonesia juga diprediksi akan mendorong kepopuleran destinasi luar kota di tahun ini. Berbagai macam inovasi dan inisiatif berbasis teknologi yang dilakukan Traveloka di sepanjang 2020 merupakan bagian dari upaya untuk beradaptasi dengan situasi pandemi yang telah menurunkan jumlah pengguna harian pada platform Traveloka hingga 70% sejak bulan Maret 2020 dan menaikkan permintaan refund hingga 10 kali dengan ribuan permintaan per menitnya pada bulan April.

“Terobosan-terobosan tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat, terlihat dari peningkatan jumlah pengguna harian yang hampir mencapai 100% sejak Juni hingga akhir tahun 2020,” katanya. Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani mengatakan, penerapan protokol kesehatan yang sebaik mungkin oleh pelaku dan destinasi wisata menjadi salah satu faktor pendukung penting dalam upaya memulihkan sektor pariwisata di Indonesia. “Pariwisata merupakan salah satu sektor yang akan paling cepat pulih di 2021 karena masyarakat Indonesia telah menjadikan pariwisata sebagai kebutuhan pokok. Kemudahan akses terhadap berbagai layanan perjalanan berbasis teknologi yang telah dikurasi dan diadaptasi sesuai dengan situasi pandemi, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan yang menyeluruh, akan memberikan kontribusi signifikan untuk mendukung upaya pemulihan tersebut,” katanya.

Artikel Asli: https://www.inews.id/travel/destinasi/staycation-dan-roadtrip-masih-jadi-wisata-favorit-2021/all

logo
Hubungi Kami