Sosok Desainer Masjid Raya Sumatera Barat yang Menangkan Penghargaan Desain Masjid Terbaik Dunia

PHRI: Keterisian Hotel di Jawa Bali Naik hingga 15% Jelang Nataru
December 22, 2021
Tak Ada Putar Balik, Dishub Beber Aturan Masuk DIY saat Nataru
December 22, 2021

Liputan6.com/Dinny Mutiah/Diterbitkan 22 Desember 2021 pukul 12.02 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Masjid Raya Sumatera Barat berhasil menjadi salah satu pemenang sesi tiga Abdullatif Al Fozan Award 2021. Penghargaan itu merupakan pengakuan atas desain arsitektur masjid terbaik yang pernah dirancang.

Adalah Rizal Muslimin, sosok desainer yang merancang masjid megah yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Padang. Dikutip dari laman Simas Kemenag, ia adalah pemenang sayembara desain Masjid Raya Sumbar yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada 2007.

Rizal merancang desain arsitektur masjid itu saat masih bekerja di Biro Arsitek Urbane yang didirikan oleh Ridwan Kamil. Kini, peraih gelar doktor di bidang desain dan komputasi dari Massachusetts Institute of Technology itu menjadi dosen senior Fakultas Arsitektur, Desain, dan Perencanaan di University of Sydney.

Dikutip dari laman resmi University of Sydney, minat penelitian sang dosen saat ini adalah mengenai persimpangan antara kerajinan, arsitektur, dan desain komputasi, dalam menyelidiki logika kerajinan lintas skala dan menggunakannya untuk menemukan kembali cara baru dalam membuat bangunan dengan cara Vitruvian.

Masjid Raya Sumbar menjadi karyanya yang paling menonjol. Masjid ini mengikuti tipologi arsitektur Minangkabau dengan ciri bangunan berbentuk gonjong, hingga penggunaan ukiran Minang sekaligus kaligrafi di dinding luar bangunan.

Sekilas, bentuk atap masjid mengingatkan pada Rumah Gadang. Tetapi, bentuk atap melengkung itu ternyata menggambarkan kejadian peletakan batu Hajar Aswad dengan menggunakan kain yang ujungnya dipegang oleh empat orang perwakilan suku di Kota Mekkah. Hal itu terjadi atas inisiatif Nabi Muhammad SAW untuk meredam konflik.

Tahan Gempa

Masjid Raya Sumbar menjadi ikon wisata religi di Sumatera Barat, khususnya di Padang. Masjid yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Ahmad Dahlan ini diresmikan pada Januari 2019.

Masjid yang terdiri dari dua lantai ini dibangun di atas lahan seluas 40.343 meter persegi dan mampu menampung 20.000 jemaah. Sore hari merupakan waktu yang tepat untuk menikmati keindahan masjid ini.

Dikutip dari kanal Regional Liputan6.com, masjid ini terdiri dari tiga lantai. Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang salat terletak di lantai atas. Begitu pula dengan lantai dua yang menjadi lantai utama untuk salat. Sedangkan, lantai ketiga merupakan lantai alternatif untuk jemaah salat.

Masjid ini juga didesain khusus agar tak roboh saat ada gempa bumi. Konstruksi ini menyesuaikan dengan kondisi geografis Sumatra Barat yang beberapa kali diguncang gempa berkekuatan besar.

Masjid ditopang oleh 631 tiang pancang dengan fondasi poer berdiameter 1,7 meter pada kedalaman 7,7 meter. Dengan kondisi topografi yang masih dalam keadaan rawa, kedalaman setiap fondasi tidak dipatok karena menyesuaikan titik jenuh tanah. Jika ada gempa, lantai dua masjid bisa difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara.

Artikel Asli: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4829904/sosok-desainer-masjid-raya-sumatera-barat-yang-menangkan-penghargaan-desain-masjid-terbaik-dunia

logo