Buka G20 Tourism Ministers Meeting, Sandiaga Ajak Banyak Negara Pulihkan Wisata
May 5, 2021
Siaran Pers : Menparekraf Lantik 29 Pejabat Eselon II di Lingkungan Kementeriannya
May 5, 2021

Suaramerdeka.com /Asef Amani/ 5 Mei 2021, 20:45 WIB

MAGELANG, suaramerdeka.com – Keinginan Badan Otorita Borobudur (BOB) agar tempat-tempat wisata sepanjang Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar) tampil dalam pola perjalanan terwujud dalam buku “Panduan Penyusunan Pola Perjalanan Wisata Kawasan Pariwisata Borobudur.” Buku ini diserahkan BOB kepada Asosiasi Perusahaan.

Direktur Utama BOB, Indah Juanita mengatakan buku ini ditujukan kepada biro travel agar bisa merancang pola perjalanan wisata secara tematik bagi wisatawan domestik atau luar negeri. Selain itu, menyinkronkan kegiatan pariwisata agar objek-objek wisata lain bisa dikenal.

“Ada tiga DPN (Destinasi Pariwisata Nasional, red) di kawasan pariwisata Borobudur, yakni Borobudur-Yogyakarta, Solo-Sangiran, dan Semarang-Karimunjawa,” ujarnya.

Buku ini mencatat 208 objek wisata sepanjang Joglosemar, terdiri atas objek unggulan (28 tempat) dan objek penyangga (180 tempat). Tema atau jenis objek wisata bermacam-macam, seperti candi, gua, dan lain-lain. Tema tersebut, aku Indah, masih bisa berkembang dan diperbarui selama BOB menerima informasi aktual. Catatan penting, buku ini juga menyediakan SOP berwisata selama pandemi covid-19.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Sinung Nugroho Rachmadi mengapresiasi peluncuran buku panduan ini sebagai alternatif perancangan paket wisata.

“Apalagi segmentasi wisatawan selama pandemi covid-19 cenderung localize, privatize, customize dan small in size. Seolah ada “ekslusivitas”, tapi ini bagian dari pengamanan (diri, red) karena keterbatasan dan pembatasan yang ada,” sambung Sinung.

Sinung menambahkan perizinan objek wisata di Jawa Tengah merujuk surat edaran Menteri Dalam Negeri yang mewajibkan objek wisata di zona jingga dan merah tutup, senyampang di zona hijau boleh buka asal kunjungan maksimal 30 persen dan tutup pukul 15.00. Tiap-tiap objek wisata bakal diawasi Satpol PP, dinas kesehatan, dan dinas lain yang terkait.

“Kami berencana melibatkan citizen journalist untuk turut andil mengawasi objek-objek wisata,” tandasnya.

Setali tiga uang dengan Sinung, Ketua DPD Asita Jateng, Joko Suratno mengaku buku panduan ini menjadi modal para biro travel mengemas paket wisata dengan baik di Joglosemar. Ia berharap buku ini tersebar secara luas, tidak hanya di Jateng, tetapi juga provinsi lain. Saran Joko terhadap buku ini supaya diberi terjemahan bahasa Inggris atau China agar wisatawan luar negeri bisa paham objek wisata yang dipilih.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/kedu/262896-sinkronkan-objek-wisata-bob-rilis-buku-panduan?page=all

logo
Hubungi Kami