Sinergi MTC dan MWC, Pelaku Industri Wedding Muslim Diharap Bisa Naik Kelas

Ranupani Jadi Prioritas Pembangunan Sektor Pariwisata di Lumajang
August 29, 2022
Kemudahan Keimigrasian Dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Pada Masa Pandemi COVID-19
August 29, 2022

Suaramerdeka.com / Slamet Daryono/ 29 Agustus 2022 ,06:45 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com – Muslim Trade Center (MTC) Jawa Tengah dan Moeslim Wedding Community (MWC) melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kerja sama.

MoU MTC dan MWC ini dalam upaya dalam mengembangkan dan membangkitkan industri wedding muslim Jawa Tengah.

MoU sinergi MTC dan MWC dilakukan dalam penutupan MAJT Wedding Dream Festival (MWDF), di Convention Hall MAJT, Minggu 28 Agustus 2022.

Hadir dalam penandatanganan tersebut, Ketua PHRI Provinsi Jawa Tengah Heru Isnawan, Ketua Kadin Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, dan Ketua DPD  PPJI Jawa Tengah Lilek Agus Gunarto.

Dalam kesempatan tersebu Ketua Umum MTC Jateng Kukrit Suryo Wicaksono, menyampaikan, kerja sama antara MTC dan MWC akan mendukung industri wedding muslim yang kebanyakan UMKM bisa naik kelas.

“Kami kepingin melatih para UMKM pendukung industri wedding muslim nanti bisa naik kelas. Jadi mereka membuka lapangan pekerjaan dan bisa menghidupi UMKM yang lain. Itulah tujuan dari sinergi yang kita lakukan pada hari ini dengan MWC,” katanya.

Ia berharap, kerja sama ini akan menjadi wadah untuk semua pelaku usaha wedding, mulai dari dekorasi, katering, fotografi, hingga rias akan tumbuh lebih sukses.

Kukrit menyampaikan, Muslim Trade Center Jawa Tengah, merupakan lembaga yang merupakan bentukan MUI dan Baznas Jateng.

Sementara CEO The Sultan Enterprise dan inisiator MWC Oki Sasongko Adi Nugroho, menjelaskan, MWC merupakan wadah komunikasi dan silaturahmi pengusaha muslim di bidang industri pernikahan.

“Tujuan kami untuk mempererat ukhuwah dan kerja sama di antara pengusaha wedding muslim,” katanya.

Menurutnya, anggota yang tergabung dalam komunitas ini adalah semua vendor pengusaha wedding yang mempunyai produk muslim atau halal yang berada di provinsi Jawa Tengah.

“Untuk saat ini anggotanya baru sekitar 60 vendor. Mereka adalah teman-teman vendor wedding yang ikut menjadi peserta dan tim supporting acara MAJT Wedding Dream Festival 2022 ini,” terang dia.

Oki mengatakan, komunitas ini akan mengadakan berbagai kegiatan, di antaranya mengenai edukasi, promosi, dan kolaborasi bersama.

“Kami akan bersama sama membantu anggota MWC dalam meningkatkan brand serta kualitas nilai jual. Caranya kita lakukan pelatihan, gathering, dan simulasi wedding,” terang dia.

Karena itu, kata Oki, dengan adanya MoU MWC dan MTC, untuk saling bersinergi dan berkolaborasi membangun enterpreneur muslim, khususnya produk wedding di Jawa Tengah.

“Dari penandatanganan kerja sama ini akan kita tindak lanjuti dengan membuat kegiatan bersama yang saling menguntungkan, saling memberi berkah dan manfaat satu sama lain,” tandasnya.

Seperti halnya dengan pelaksanaan MAJT MWDF 2022.

Menurut dia, even ini menjadi bentuk kesiapan para vendor wedding untuk tampil lebih profesional dan amanah.

“Kami berencana akan mengagendakan rutin moslem wedding expo setiap tahun di MAJT. Selain itu mencoba mengadakan di kota luar Semarang,” katanya.***

Artikel asli : https://www.suaramerdeka.com/ekonomi/pr-044291249/sinergi-mtc-dan-mwcpelaku-industri-wedding-muslim-diharap-bisa-naik-kelas?page=3

logo