Siaran Pers: Menparekraf Targetkan 10 Ribu Penerima Vaksin di Sentra Vaksinasi SESKO AU Lembang

Siaran Pers: Kemenparekraf Berkolaborasi dengan MNC Peduli Hadirkan Sentra Vaksinasi COVID-19
July 23, 2021
Siaran Pers: Kemenparekraf Akan Libatkan PHRI Hadirkan Sentra Vaksinasi COVID-19 di Garut
July 23, 2021

SIARAN PERS

 

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

 

Menparekraf Targetkan 10 Ribu Penerima Vaksin di Sentra Vaksinasi SESKO AU Lembang

 

Jakarta, 22 Juli 2021 – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menargetkan 10 ribu penerima vaksinasi dosis pertama di Sentra Vaksinasi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (SESKO AU) di Lembang, Jawa Barat. Hal itu sebagai upaya mendukung program Presiden Joko Widodo mempercepat target vaksinasi bagi masyarakat serta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

 

 

Menparekraf Sandiaga Uno saat menyaksikan secara virtual proses vaksinasi digelar pada 23-25 Juli 2021 di Sentra Vaksinasi SESKO AU, Jumat (23/7/2021) menjelaskan, tema yang diusung yaitu “Serbuan Vaksinasi” menjadi ibarat saat ini peperangan vaksinasi menjadi salah satu senjata ampuh dalam menghadapi perang melawan pandemi COVID-19. Dan itu membutuhkan peran serta masyarakat untuk bersama-sama memobilisasi agar program vaksinasi bisa berjalan lancar dan tercipta herd immunity khususnya di Kabupaten Bandung Barat.

 

“Mari kita ciptakan herd immunity untuk masyarakat Indonesia, semoga dalam tiga hari ke depan tercapai target 10 ribu vaksinasi. Serbuan ini sangat diperlukan, lantaran Jawa Barat dengan status PPKM Level 4 ini mengalami tekanan, untuk itu kami segera bergerak jangan sampai lebih banyak masyarakat dan pelaku parekraf mengibarkan bendera putih, kalau ini dianalogikan sebagai peperangan kita perlu kekuatan. Oleh karena itu, kekuatan tersebut kita hadirkan dalam program vaksinasi,” katanya.

 

Dalam acara vaksinasi tersebut hadir pula, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung, Komandan SESKO AU, Samsul Rizal, serta perwakilan dari Pemerintah Daerah Bandung Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Danone, dan Homecare24.

 

Berdasarkan data Kemenparekraf, hingga saat ini masyarakat pada sektor parekraf yang sudah divaksin masih di bawah 5 persen. Sedangkan target yang ingin dicapai adalah 90-95 persen dari 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor parekraf dapat divaksin.

 

“Dalam beberapa hari terakhir, ada update data terbaru yang sedang diperbaharukan, para pelaku parekraf yang sudah divaksinasi sudah mengalami peningkatan, angkanya sudah melewati 5 persen. Kita ingin dari total 50 juta lebih masyarakat Indonesia yang saat ini sudah di vaksin paling tidak ⅓ nya dari pelaku parekraf,” katanya.

 

FOTO: ILUSTRASI

 

Menparekraf Sandiaga juga ingin mendorong sentra-sentra ekonomi kreatif dan destinasi wisata mulai mengkonversikan lokasinya menjadi sentra vaksinasi. Dan dengan meningkatnya jumlah vaksinator dan sentra vaksinasi di berbagai destinasi ia berharap semakin banyak pelaku parekraf yang mendapatkan vaksinasi.

 

Apalagi sampai saat ini PAD Kabupaten Bandung Barat sebanyak 50 persen di antaranya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

Menparekraf Sandiaga Uno mengajak seluruh masyarakat dan pelaku parekraf untuk bersama-sama datang ke sentra vaksin terdekat dengan tidak berkerumun serta mengajak keluarga, kolega, hingga teman yang belum divaksinasi. Sandiaga juga berpesan kepada para awak media untuk bersama-sama menyebarkan berita optimistis. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang putus asa.

 

“Efektivitas vaksinasi ini di beberapa negara sudah terbukti, pandemi COVID-19 saat ini menjadi dua polarisasi pertama, pandemi bagi yang belum divaksinasi dan untuk yang sudah divaksinasi pandemi ini tidak terlalu berdampak, oleh karena itu kita dorong cakupan vaksinasi kita perluas lagi. Sehingga setelah herd immunity tercapai akan terwujudnya harapan baru dan momentum bangkitnya perekonomian kita yang ditandai bangkitnya sektor parekraf,” katanya.

 

FOTO: ILUSTRASI

 

Menparekraf juga memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat dengan mengutip pernyataan dr Faheem Younus salah seorang praktisi kesehatan dari Amerika Serikat yang mengatakan, vaksin apapun yang tersedia hendaknya dilakukan sekarang saja, sebab rekomendasi bisa berubah sewaktu-waktu. Maka jangan menunggu merek vaksin, sebab semua vaksin pada dasarnya aman, dan perlindungan saat ini lebih baik daripada perlindungan yang terbaik tapi masih harus menunggu.

 

“Jadi tetap jalankan prokes, ambil vaksin segera jangan pilih-pilih merek, tebarkan optimisme dan harapan bagi para nakes yang menjadi garda terdepan tetap semangat,” katanya.

 

Cecep Rukendi
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Attachments

logo