Siaran Pers : Menparekraf Sebut Pemulihan Sektor Ekonomi Kreatif Indonesia Bertumpu pada Empat Pilar

Siaran Pers : Menparekraf Dorong Pelaku Ekraf Bandung Tingkatkan Kualitas Karya Lewat AKI
September 11, 2021
Laporan Pemantauan Covid-19 di Sektor Parekraf (12 September 2021)
September 12, 2021

SIARAN PERS

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Menparekraf Sebut Pemulihan Sektor Ekonomi Kreatif Indonesia Bertumpu pada Empat Pilar

Bandung, 11 September 2021 – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa langkah pemulihan sektor ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada empat pilar, yaitu sumber daya manusia (SDM), pemberian insentif, perluasan pemasaran, serta inovasi terhadap produk dan jasa kreatif.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga, dalam acara webinar YES Goes To Campus, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang berkolaborasi dengan Kemenparekraf, Sabtu (11/9/2021).

Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa sumber daya manusia menjadi hal utama dalam pemulihan sektor ekonomi kreatif. Karena SDM mampu memberikan nilai tambah terhadap produk dan jasa yang dihasilkan, dengan berbagai inovasi dan kreativitas. Di samping itu, pemberian insentif dari pemerintah seperti bantuan akses permodalan, perluasan pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri juga perlu dilakukan.

“Sektor ekonomi kreatif ini menjadi harapan masyarakat terutama di tiga subsektor unggulan yaitu kuliner, kriya, dan fesyen. Karena sebanyak Rp1,100 triliun lebih sumbangsih ekonomi kreatif terhadap PDB nasional kita. Ini merupakan peluang yang bagus sekali untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujar Menparekraf.

Dalam mengimplementasikan empat pilar tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf sendiri memiliki berbagai program, diantaranya program BEKUP (Baparekraf for Startup) untuk mendukung pertumbuhan start up digital dan meningkatkan nilai ekonomi digital di Indonesia, memalui mentoring dan up skilling. Lalu, Kemenparekraf juga memfasilitasi pelatihan bagi calon wirausaha muda. Di mana para calon wirausaha muda akan dilatih terkait pitching dan proses matchmaking dengan calon investor.

Kemudian ada program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP), Baparekraf Developer Day (BDD), Baparekraf Digital Talent (BDT), dan Baparekraf Game Prime. Selain itu, ada satu program unggulan Kemenparekraf yang baru saja diluncurkan yaitu Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI).

“Saya sendiri yang akan menjadi super mentor dalam Apresiasi Kreasi Indonesia ini, kita akan bantu publikasikan dan bangun jejaring. Dengan program AKI ini kita harapkan teman-teman semakin bersemangat dalam mengembangkan produk-produk ekonomi kreatifnya,” ujarnya.

Menparekraf pun membagikan tips atau saran pada mahasiswa fakultas hukum UNNES yang ingin menjadi pengusaha sukses. Mulailah dengan hal yang kita cintai, sehingga kita akan mencintai hal yang kita lakukan. Kemudian, terapkan metode kerja 4as, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.

“Do what you love and love what you do. Dan kalau tidak berani membuka usaha sendiri, berjejaring, bersilaturahim. Memulai sesuatu kalau sendiri kita kadang-kadang sering merasa khawatir, tapi kalau kita berkolaborasi dengan kawan-kawan yang sevisi dan semisi insyaAllah usaha kita akan lancar dan maju dengan penuh semangat mencapai keberkahan,” kata Sandiaga.

Cecep Rukendi
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

logo