Siaran Pers: Menparekraf Akan Laporkan Persiapan Pembukaan Bali dalam Rakor Tingkat Menteri

Sandiaga Wacanakan Bentuk Dirjen Khusus Wisata Halal
September 27, 2021
290 Destinasi Wisata di Jateng Telah Dibuka
September 27, 2021

SIARAN PERS

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Menparekraf Akan Laporkan Persiapan Pembukaan Bali dalam Rakor Tingkat Menteri

Jakarta, 27 September 2021 – Persiapan pelaksanaan uji coba pembukaan Bali bagi wisatawan mancanegara terus dilakukan pemerintah bersama pihak-pihak terkait.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, berbagai hal serta data yang didapatkan pihaknya dalam rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan pariwisata Bali pada pekan lalu akan disampaikan dalam rapat koordinasi tingkat menteri pada pekan ini.

“Bali semakin menunjukkan progres kesiapan dan penanganan COVID-19 menunjukkan tren yang positif. Materi-materi yang kami dapatkan dalam rakor minggu lalu dan pantauan langsung kami di berbagai lokasi akan diangkat dalam rakor tingkat menteri minggu ini yang kita harapkan dipimpin Pak Menko Marves. Hasilnya nanti akan jadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam mengambil keputusan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Senin (27/9/2021).

Uji coba pembukaan kembali Bali bagi wisatawan mancanegara akan dilakukan dalam konsep yang bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Dalam bingkai gas dan rem atau sand box dengan adaptasi kebijakan berbasis data. Karenanya akan ada persyaratan ketat yang diterapkan bersama dengan seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta industri.

Foto: Ilustrasi

Diantaranya, uji coba akan dilakukan kepada wisatawan yang sudah mendapat vaksin lengkap dari negara-negara yang situasi COVID-19 dalam negerinya kondusif. Mereka juga wajib mengikuti pola yang ditetapkan pemerintah seperti testing PCR sebelum dan saat ketibaannya di destinasi. Setelah itu penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin secara end to end.

“Ini tentunya juga akan dilengkapi dengan asuransi kesehatan dan kesiapan fasilitas kesehatan kita dalam menangani wisatawan mancanegara sehingga mereka benar-benar mendapatkan pengalaman dan kesan yang baik. Kita minimalisasi potensi yang menimbulkan risiko, terutama dengan adanya varian baru COVID-19,” kata Sandiaga.

Komunikasi dengan negara-negara asal wisman juga disiapkan pemerintah. Sampai saat ini sudah dilakukan pembicaraan dengan beberapa negara. Seperti Korea Selatan, dan negara Asia lainnya. Juga negara Timur Tengah dan juga Eropa seperti Uni Emirat Arab, Jerman, Ukraina, Polandia, dan lainnya.

“Kita sudah ada pembicaraan, dan dalam konsep uji coba nanti yang akan menjadi salah satu opsi dengan charter flights. Namun kami minta mohon bersabar, setelah Kementerian Luar Negeri menetapkan, kami siap dengan pola kunjungan serta paket wisata yang cocok dengan para wisatawan yang datang dari berbagai negara tersebut,” kata Sandiaga.

Foto: Ilustrasi

Selain Bali, Batam dan Bintan juga dipersiapkan dalam uji coba ini. “Kesiapan destinasi ini kita harus benar-benar dipastikan agar nantinya wisatawan merasa aman dan nyaman sehingga pariwisata bangkit dan menggerakkan ekonomi dengan terbukanya kembali lapangan kerja,” kata Sandiaga.

Terkait respons dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) soal sertifikasi CHSE, Menparekraf Sandiaga mengatakan dirinya telah menugaskan staf ahli di jajarannya untuk berkomunikasi dan berdiskusi lebih jauh tentang aspirasi yang disampaikan. PHRI merupakan mitra utama Kemenparekraf, sehingga penting ada kesepahaman tentang standardisasi protokol kesehatan yang terangkum dalam CHSE yang akan diintegrasikan ke dalam aplikasi PeduliLindungi sebagai gold standard.

“Karenanya secara bersama-sama harus dapat dipatuhi dan dijalankan secara ketat dan disiplin di destinasi dan juga sentra-sentra ekonomi kreatif,” ujarnya.

Foto: Ilustrasi

Mengenai uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk tempat wisata, Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa aplikasi tersebut semakin terdistribusi ke lebih banyak destinasi. Rencananya uji coba akan diperluas ke tempat wisata/taman rekreasi tahap II. Begitu juga dengan uji coba untuk restoran, rumah makan, dan kafe. Adapun uji coba tahap II adalah untuk daerah/kota dengan level III.

“Namun masih ada beberapa catatan dalam pelaksanaan uji coba, yakni mencakup kendala sinyal, gagal login, dan lainnya. Kita dapat banyak masukan yang bisa digunakan untuk perbaikan aplikasi ini,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan Weekly Press Briefing, Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kemenparekraf, Dadang Rizki Ratman; Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf, Ari Juliano Gema, serta Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf, Josua Simanjuntak.

Cecep Rukendi
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Attachments

logo