Siaran Pers : Kemenparekraf-Kemenaker Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Pariwisata

LHK & Kemenparekraf Berkolaborasi Kembangkan Wisata Alam Berbasis Konservasi
February 24, 2021
Menparekraf Resmikan Aplikasi Layanan Pariwisata Dairi, Terintegrasi dengan Indonesia Travel
February 25, 2021

SIARAN PERS

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Kemenparekraf-Kemenaker Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Pariwisata

Jakarta, 24 Februari 2021 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (24/2/2021), membahas berbagai program yang akan dijalankan bersama.

“Saya melakukan koordinasi dengan Ibu Menteri Ida Fauziyah, kita ada beberapa program yang akan dijalankan dalam jangka menengah dan panjang. Salah satunya adalah mendorong para pekerja migran Indonesia di luar negeri sebagai duta pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga Uno, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Muhammad Neil El Himam.

Sandiaga mengatakan, dalam pertemuan itu dibahas tentang upaya bersama dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja pariwisata. Menparekraf mengapresiasi berbagai program unggulan yang dijalankan Kemenaker dalam upaya menciptakan tenaga kerja terampil pada sektor pariwisata. Diantaranya menghadirkan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas.

Kemenaker menargetkan akan melatih dan melakukan sertifikasi kepada 500.000 tenaga kerja di sektor pariwisata untuk mendukung pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas (DSP).

“Saya kagum dengan hadirnya BLK Komunitas ini karena betul-betul langsung ada di tengah masyarakat guna memberikan peningkatan pelayanan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita harus berkolaborasi untuk meningkatkan kompetensi,” kata Sandiaga.

Dalam pertemuan itu juga disepakati kedua pihak akan saling berkolaborasi dan memperkuat data penyerapan tenaga kerja bidang pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat dijadikan dasar dalam membuat kebijakan.

“Kami juga sepakat untuk berbagi data yang dikembangkan di Sisnaker (sistem informasi ketenagakerjaan), dan kami juga sedang mengembangkan melalui pusdatin (pusat data dan informasi). Melalui big data ini bisa kita berkolaborasi agar intervensi-intervensi berbasis kebijakan berbasis data ini bisa kita eksekusi dengan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu,” kata Sandiaga.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, Kemenparekraf/Baparekraf mengusulkan untuk dilakukan pengkajian ulang terhadap 33 SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang Pariwisata.

“Tahun ini kita ingin mengembangkan lagi dengan lebih banyak subsektor. Tujuannya antara lain agar semua pendidikan berbasis kompetensi bisa menggunakan SKKNI itu sebagai kualifikasi untuk pendidikan. Sementara bagi industri bisa digunakan untuk uji kompetensi,” kata Wisnu.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyampaikan bahwa sinergi antara Kemenaker dan Kemenparekraf sudah berjalan dan akan diperkuat.

“Kami akan intervensi untuk peningkatan SDM terutama di 5 destinasi super prioritas. Kami akan memberikan layanan di BLK UPTP, kemudian kami juga membangun BLK komunitas yang berbasis kejuruan pariwisata atau perhotelan. Sampai tahun 2021, kami sudah punya 2.027 BLK komunitas. Dan untuk daerah-daerah yang menjadi penyangga destinasi kami perkuat dengan jurusan perhotelan,” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Terkait upaya mendorong pekerja migran Indonesia sebagai duta wisata dan ekonomi kreatif Indonesia, Ida mengatakan sudah ada MoU antara Kemenaker dan Kemenparekraf yang ke depan, MoU tersebut akan diperkuat.

Agustini Rahayu
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Attachments

logo
Hubungi Kami