Siaran Pers: Kemenparekraf Gandeng UNS Hadirkan “Educamp Wisata Preneur” di Danau Toba

Laporan Pemantauan Covid-19 di Sektor Parekraf (10 November 2021)
November 10, 2021
Laporan Pemantauan Covid-19 di Sektor Parekraf (11 November 2021)
November 11, 2021

SIARAN PERS

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Kemenparekraf Gandeng UNS Hadirkan “Educamp Wisata Preneur” di Danau Toba

Balige, 10 November 2021 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan “Educamp Wisata Preneur” yang berlangsung pada tanggal 8 – 10 November 2021 di wilayah destinasi super prioritas Danau Toba, Sumatra Utara.

Educamp Wisata Preneur sendiri merupakan program pendampingan dan pelatihan bagi wirausaha pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kompetensi entrepreneurship, mendorong pengembangan produk ekonomi kreatif agar memiliki nilai tambah dan daya saing, serta menumbuhkembangkan semangat sinergi pemasaran  dengan melibatkan unsur pentahelix. Program ini hadir melalui hibah Kedaireka dari Kemendikbud Ristek.

Foto Educamp Wisata Preneur di Toba

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat sambutannya di Labersa Hotel Toba, Balige, Selasa (9/11/2021) malam menyampaikan apresiasi setingginya kepada perwakilan Kemendikbud Ristek, Bp Achmad Aditya selaku Ketua Tim Kerja Akselerasi Kampus Merdeka atas hibah yang telah diberikan dan berharap tahun depan dapat semakin ditingkatkan kembali karena manfaatnya sangat besar. Menparekraf menambahkan bahwa sebelumnya Kemenparekraf telah mengadakan program Wisata Preneur di wilayah Borobudur, Yogyakarta dan sekitarnya. Sementara bersama UNS melalui hibah Kedaireka ini telah dilaksanakan Educamp Wisata Preneur di DSP Mandalika dan Labuan Bajo pada beberapa minggu sebelumnya.

Program tersebut dinilai mampu memberikan insight, pembelajaran dan sharing knowledge, kepada para pelaku ekonomi kreatif. Tidak hanya mengenai industri kreatif namun juga pengembangan destinasi wisata. Program ini sekaligus menerapkan semangat kampus merdeka dimana tidak hanya pelaku ekraf yang mendapatkan pembelajaran, namun akademisi mendapatkan pembelajaran di luar kampus.

“Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat baik, yang dilakukan dengan pentahelix. Mudah-mudahan para peserta akan menghasilkan suatu output yang betul-betul bermanfaat dan berkelanjutan untuk kebangkitan ekonomi masyarakat. Selain itu program ini diharapkan juga menghasilkan publikasi ilmiah skala nasional dan internasional (Scopus).”Ungkap Menparekraf.

Foto Educamp Wisata Preneur di Toba

Pada hari pertama Educamp Wisata Preneur, para peserta mengikuti briefing dan workshop peningkatan skill wirausaha pelaku ekonomi kreatif yang diberikan oleh akademisi, Kemenparekraf, dan UNS.

Kemudian pada hari kedua, peserta mengikuti coaching yang dibimbing langsung oleh coach Ridwan Abadi. Serta mendapatkan arahan oleh Menparekraf untuk mampu bersinergi dalam mempromosikan potensi pengembangan wisata Danau Toba, dan dilanjutkan dengan sesi Forum Group Discussion terkait usaha pengembangan wisata preneur bagi para pelaku usaha bersama Kemenparekraf.

Dan di hari ketiga para peserta melakukan melakukan kunjungan ke Desa Adat Ragi Hotang Meat untuk melihat produksi ulos & tari adat Tortor. Dilanjutkan mengunjungi rumah produksi ekraf, Piltik Coffe untuk mendapatkan pembelajaran mengenai wirausaha langsung dari pelaku bisnis.

Menparekraf menjelaskan, selain Educamp Wisata Prenuer, dalam upaya pemulihan sektor parekraf di tengah pandemi dan tantangan ekonomi, Kemenparekraf turut berpartisipasi aktif dalam program gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan mempunyai program Beli Kreatif Lokal serta Beli Kreatif Danau Toba untuk mendorong peningkatan konsumsi produk ekraf, serta membantu pemasaran produk-produk kreatif Indonesia. Menparekraf juga menghimbau agar para peserta memanfaatkan Program Stimulus Bangga Buatan Indonesia yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Kemenparekraf dimana para pelaku ekraf berkesempatan mendapatkan voucher diskon  sebanyak 500 lembar dengan total nilai sampai dengan 50 juta. Mekanismenya yaitu konsumen cukup membayar 100 ribu setiap pembelanjaan minimal 200 ribu. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk para UMKM untuk meningkatkan omset.

“Dan saya mengingatkan bahwa bisnis yang bisa bertahan di saat krisis memiliki peluang untuk bisa menjadi pemenang dan di situlah nantinya lapangan kerja akan tercipta,” ujarnya.

Foto Educamp Wisata Preneur di Toba

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Yuana Rochma Astuti; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UNS- Prof. Kuncoro; Ketua Program Kedaireka Educamp Wisata Preneur, Agung Nur Probohudono; CEO Sinergi Business Solution Coach Ridwan Abadi, para peserta yang tergabung di program Educamp Wisata Preneur serta ratusan mahasiswa dan dosen UNS yang tergabung melalui online.

Cecep Rukendi
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

logo