Siaran Pers : Dari Wisata Alam Hingga Budaya, Kampung Yoboi Jadi Desa Wisata Andalan di Papua

Dinas Pariwisata Kulonprogo Ajukan 32 QR Code untuk Uji Coba Pembukaan Objek Wisata
September 21, 2021
Kembali Beroperasinya Bioskop Diharapkan Bisa Bangkitkan Perfilman Tanah Air
September 21, 2021

SIARAN PERS

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Dari Wisata Alam Hingga Budaya, Kampung Yoboi Jadi Desa Wisata Andalan di Papua

Kampung Yoboi, Jayapura, 21 September 2021 – Kampung Yoboi merupakan desa wisata dengan daya tarik yang lengkap di Jayapura, Papua. Mulai dari keindahan alam, seni budaya, hingga wisata edukasi.

Ragam potensi itu membuat desa wisata yang berada di tengah-tengah Danau Sentani ini dinobatkan sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam visitasi ke Desa Wisata Kampung Yoboi, Selasa (21/9/2021), merasakan dan melihat langsung ragam daya tarik yang ada di Kampung Yoboi.

“Desa Wisata Kampung Yoboi merupakan desa wisata yang mengedepankan kearifan lokal sebagai daya tarik. Dengan strategi promosi yang tepat dan wisatawan nusantara sebagai sasaran utama saat ini, maka Kampung Yoboi dan desa wisata lainnya di Jayapura akan menjadi tujuan utama wisatawan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Menuju Kampung Yoboi, wisatawan harus menyeberangi Danau Sentani. Dalam kesempatan tadi, Menparekraf Sandiaga Uno menyeberang dari Dermaga Khalkote. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk tiba di Kampung Yoboi. Selama perjalanan, kita akan disuguhi dengan luasnya Danau Sentani yang dikelilingi bukit-bukit hijau dan langit yang cerah.

Kampung Yoboi juga dikenal akan keberadaan pohon sagu yang berada di hutan seluas 1.600 hektare. Di hutan ini terdapat lebih dari 20 jenis sagu, dan ini merupakan jenis sagu terbanyak di seluruh Indonesia. Wisatawan juga berkesempatan tracking wisata pohon sagu sepanjang 420 meter.

Selain keindahan alam, Kampung Yoboi juga dikenal akan kekayaan budaya. Seperti Festival Ulat Sagu, Festival Ela (berburu hewan hutan), Festival Danau Sentani, serta beragam tari-tarian. Pada kesempatan tadi, Menparekraf Sandiaga disuguhkan Tarian Isosolo (tarian di atas air menggunakan perahu).

Belum cukup, Kampung Yoboi juga dikenal akan ragam produk ekonomi kreatif. Seperti papeda, es krim dari sagu, tepung sagu, sagu bakar, dan kue tradisional lainnya. Kampung Yoboi juga memiliki ragam batik Papua, kriya seperti tas dari anyaman daun sagu, kalung dan tirai dari buah sagu, taman gizi terapung, dan lainnya.

“Kampung Yoboi telah ditetapkan sebagai 1 dari 50 desa wisata terbaik di ajang ADWI 2021. Desa ini memiliki potensi terbaik, dan saya yakin dengan Kampung Yoboi, Indonesia Timur akan semakin dikenal oleh masyarakat,” kata Sandiaga.

Sumbang Kapal Wisata

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan pihaknya juga akan memberikan bantuan satu kapal wisata kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk pengembangan wisata di Kampung Yoboi. Hal itu ia katakan setelah melihat begitu menariknya tari Isosolo yang begitu menarik. Namun jumlah kapal wisata yang dimiliki Kampung Yoboi tidak lebih dari enam kapal.

“Dalam satu bulan, saya minta jajaran saya untuk menyiapkan kapal sumbangan dari Kemenparekraf. Semoga dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Sandiaga.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, memberikan apresiasi kepada Menparekraf Sandiaga Uno atas perhatian dan dukungan dalam pengembangan pariwisata di Kampung Yoboi, dan Jayapura pada umumnya. Ia mengatakan, Kampung Yoboi memang menjadi salah satu destinasi yang akan didorong pengembangannya ke depan.

“Desa wisata ini sangat menarik, adalah Dusun Sagu. Perkampungannya ada di atas danau, jadi aktivitas apapun dilakukan di atas danau,” kata Bupati Mathius.

Ia juga menguncapkan terima kasih atas masuknya Kampung Yoboi menjadi bagian dari 50 besar desa wisata terbaik di ajang ADWI 2021. Hal ini dikatakannya menjadi bukti bahwa dengan berbagai keterbatasan yang ada, namun masyarakat khususnya anak muda di Kampung Yoboi mampu memaksimalkan potensi untuk memberikan yang terbaik.

“Kita mulai dari kampung, dan kalau di Sumatera ada Danau Toba yang menjadi ikon, kenapa tidak di Indonesia Timur, Danau Sentani yang menjadi ikon,” kata Mathius.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events), Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani; Direktur Tata Kelola Destinasi, Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; dan Direktur Event Nasional dan Internasional; Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati.

Cecep Rukendi
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Attachments

logo