Slank Tulis Lagu Terinspirasi Pandemi Covid-19, Bimbim: Buat Para Pahlawan Jalanan
April 29, 2020
Tingkatkan Kepercayaan, RedDoorz Perkenalkan HygienePass
April 30, 2020

Suaramerdeka.com / Agung Priyo Wicaksono / 30 April 2020 , 00:01 WIB

 

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Sanggar Seni Pustaka Laras menggelar wayang orang dengan lakon ”Dewa Corona Sirna”, akhir pekan kemarin, di Yogyakarta.

Pentas tanpa penonton ini, mengusung doa dan harapan, agar wabah Covid-19 segera berlalu dari Indonesia dan dunia.

Pemimpin sanggar, Ki Purwadi menuturkan, meskipun tinggal di rumah, tetapi dia tetap bisa berkesenian.

Kisah lakon diceritakan, Dhandhang Mangore, Sang Hyang Pramoni mengadakan rapat dadakan, karena dia menerima kabar dari Batara Kala selaku panglima keamanan, bahwa dunia dilanda pageblug (wabah).

Penyebabnya adalah amukan Dewa Corona. Dewa berwujud lelembut itu bisa beranak pinak, sangat liar, dan gigitannya dapat menyebabkan kematian mendadak.

Karena itu ia minta saran dan nasihat dari Sang Hyang Pramoni, selaku penguasa kahyangan Dhandhang Mangore.

”Ancaman Dewa Corona perlu dicegah. Sang Hyang Pramoni mengutus Batara Kala, agar sowan Kyai Lurah Semar di Karang Kedhempel, untuk meminta nasihat,” ujar Purwadi.

 

Segera Dibasmi

Sang Hyang Pramoni, selaku penguasa tertinggi di kahyangan Dhandhang Mangore, memberi amanat kepada seluruh widodoro dan widodari.

Mereka menggelar rapat pimpinan dewa di kahyangan Junggring Salaka yang dipimpin Sang Hyang Jagad Girinata dan menetapkan bahwa Dewa Corona harus segera dibasmi.

Selain itu juga menetapkan dan mengangkat Batara Kala sebagai pimpinan dan panglima melawan Dewa Corona.

”Batara Kala harus bekerja sama dengan semua warga pimpinan dunia, wajib memberi perlindungan dan keamanan kepada seluruh warga. Batara Kala juga harus sowan Kyai Lurah Semar di Karang Kedhempel untuk minta nasihat dan doa restu,” tandas Sang Hyang Pramoni.

Ditambahkan, Semar pun memberi wejangan kepada Sang Hyang Pramoni dan Batara Kala.

Dikisahkan, wabah Dewa Corona bisa dicegah dengan sikap gotong royong dan tolong menolong.

Warga harus sepakat untuk tinggal di rumah, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Warga wajib menjalankan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar supaya pagebluk segera sirna.

”Saya selaku anak punakawan juga mau usul, ayo makan yang bergizi tinggi, istirahat yang cukup, pakai masker. Insya Allah, semua sehat dan selamat,” imbuh salah satu pemain, Gareng.

 

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/kedu/227547-sanggar-pustaka-laras-gelar-wayang-orang

logo
Hubungi Kami