Sandi: Turis Lokal Lebih Bernilai dari Wisatawan Mancanegara

Siaran Pers : Menparekraf : Indonesia Layak Jadi Lokasi Syuting Film Internasional
April 28, 2021
Gernas Bangga Buatan Indonesia 2021
April 29, 2021

Medcom.id/ Antara / 29 April 2021, 01:04 WIB

Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno mengatakan kontribusi turis lokal terhadap perekonomian Indonesia lebih bernilai daripada wisatawan mancanegara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir menunjukkan kontribusi turis lokal terhadap perekonomian negara hampir lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Kontribusi wisatawan nusantara (turis lokal) terhadap ekonomi itu Rp1.400 sampai Rp1.500 triliun, hampir lima persen PDB kita. Sementara itu, kontribusi wisatawan mancanegara hanya Rp275 triliun sampai Rp300 triliun,” kata Sandi Saat ditemui wartawan di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Rabu, 28 April 2021.

Sandi sepakat dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait pentingnya menarik minat turis lokal dengan peningkatan pelayanan dan fasilitas terhadap pemulihan ekonomi nasional pasca covid-19.

Erick mengatakan pembangunan fasilitas pelayanan bagi turis domestik saat ini belum maksimal. Padahal, 78 persen okupansi atau jumlah kunjungan di kawasan wisata berasal dari turis lokal.

“Ada 78 persen turis domestik (lokal) yang selama ini kita belum melayaninya. Kita masih setengah hati melayani turis lokal itu,” kata Erick.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) itu menegaskan pemerintah, khususnya Kementerian BUMN, tidak akan segan-segan lagi dalam meningkatkan pelayanan dan fasilitas bagi turis domestik di berbagai wilayah. Seperti, Lampung dan Jakarta.

“Karena pelayanan turis domestik tidak kalah pentingnya dengan pelayanan turis Internasional,” kata Erick.

Dalam mendorong fasilitas turis lokal di Ibu Kota, Kementerian BUMN bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun kawasan Kota Tua hingga Pelabuhan Sunda Kelapa. Kerja sama ditandai dengan dibentuknya perusahaan patungan (Joint Venture/JV) melibatkan tiga badan usaha, antara lain PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation) dengan PT Jakarta Tourisindo dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Erick mengatakan kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta bukan yang pertama kalinya. Kementerian BUMN juga bekerja sama dengan Pemprov DKI terkait peningkatan fasilitas empat stasiun terpadu yang telah beres ditata supaya tidak lagi kumuh. Di antaranya Stasiun Juanda, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Sudirman.

“Tadinya stasiun itu kumuh dan membingungkan, Pak Anies (Gubernur DKI Anies Baswedan) memimpin langsung supaya stasiun itu sangat ramah (friendly) dan sangat memudahkan masyarakat Jakarta,” kata Erick.

Dia mengatakan sasaran berikutnya adalah peningkatan fasilitas publik di Kota Tua hingga Pelabuhan Sunda Kelapa yang diimpikan bisa seperti Bali dan Labuan Bajo. “Ya kebetulan, kami sendiri sedang memperbaiki fasilitas Pelindo I-IV yang tidak lain salah satunya di Sunda Kelapa,” kata Erick.

Artikel Asli : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/yKXDvxaK-sandi-turis-lokal-lebih-bernilai-dari-wisatawan-mancanegara

logo
Hubungi Kami