Ribuan Pelaku Wisata di DIY Mulai Divaksin Covid-19

Menparekraf: Pembukaan destinasi wisata selama lebaran wewenang daerah
April 26, 2021
Garuda Indonesia kembali gelar promo dan diskon di GOTF
April 26, 2021

Medcom.id/ Ahmad Mustaqim / 26 April 2021, 13:59 WIB

Yogyakarta: Ribuan pelaku wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai divaksinasi covid-19, Senin, 26 April 2021. Vaksinasi dosis pertama berlangsung hingga 30 April dan dosis kedua dijadwalkan 24-29 Mei mendatang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, turut meninjau pelaksanaan vaksinasi yang akan menjangkau sekitar 7.500 pelaku wisata. Sandi meyakini vaksinasi menjadi bagian penting untuk menjaga berjalannya roda ekonomi di sektor pariwisata.

“Ini adalah langkah yang sangat strategis dalam beberapa pilar dan harus dilakukan secara berkesinambungan untuk menekan laju penularan covid-19 dan membangkitkan serta memulihkan ekonomi,” kata Sandiaga.

Vaksinasi digarap oleh salah satu pihak ketiga, yakni platform penyedia jasa layanan wisata, Traveloka. Sandiaga mengatakan sudah meminta Co-Founder Traveloka, Albert, ikut membantu penyelesaian vaksinasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“(Vaksinasi) ini juga yang pertama dan dilakukan di tiga daerah. Selain di Yogyakarta, ada Bali, dan Jakarta,” ujarnya.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan vaksinasi guna membangkitkan perekonomian dilakukan prioritas di wilayah sangat terdampak covid-19. Daerah terdampak parah covid-19, kata dia, dari segi perekonomian akan sangat merosot, termasuk dasi sisi pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Oleh karena itu kami apresiasi dan akan gerak cepat untuk (vaksinasi di) destinasi-destinasi lainnya,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, berharap, vaksinasi itu bisa menjangkau pendidik, dalam hal ini guru. Menurut dia, guru menjadi salah satu pihak yang turut mengantar anak-anak untuk berwisata.

“Guru ini kan akan mengantar anak untuk berwisata. Guru bisa menjadi guide anak-anak untuk berwisata,” ujarnya.

Co-Founder Traveloka, Albert mengatakan, program vaksinasi tak bisa dijalankan sendiri. Ia mengatakan keterlibatan berbagai pihak harus terus berjalan untuk menjangkau sasaran vaksin yang lebih luas.

“Untuk itu kami bekerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan berbagai bidang untuk mewujudkan vaksinasi ini,” imbuh dia.

 

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk “Vaksin untuk Indonesia”. Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti “obat” atau “anti-virus”, tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

“Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema ‘Vaksin untuk Indonesia’. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi,” terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program “Vaksin untuk Indonesia” tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

Artikel Asli : https://www.medcom.id/nasional/daerah/yNL4Do6N-ribuan-pelaku-wisata-di-diy-mulai-divaksin-covid-19

logo