Ria Miranda, Pelopor di Balik Lahirnya Modest Fashion Wear

Menparekraf: Kecap persatukan keragaman kuliner nusantara
October 28, 2022
Bali Jadi Fab Island Pertama di Dunia, Dorong Ekonomi dan Pariwisata Berbasis Teknologi
October 28, 2022

Antaranews.com/ Mia Umi Kartikawati / 28 Oktober 2022 , 13:14 WIB

Ria Miranda adalah sosok perempuan dan seorang desainer pelopor lahirnya Modest Fashion Wear. Ria Miranda menjadi salah satu pemudi yang bisa diperhitungkan untuk kemajuan industri fashion di Indonesia. Tidak salah jika Ria Miranda diangkat sebagai salah satu sosok pemudi yang berpengaruh untuk industri fashion di tengah peringatan Sumpah Pemuda kali ini.

Tren fashion Modest Fashion Wear terdengar akrab di telinga 10 tahun belakangan ini. Lahirnya Modest Fashion Wear tidak begitu saja ada di dunia fashion tanah air. Sosok Ria Miranda menjadi pelopor lahirnya Modest Fashion Wear yang dia sering gaungkan selama 12 tahun belakangan ini.

Tidak dipungkiri, Modest Fashion Wear juga berkembang seiring ramainya gelaran festival fashion tahunan di Indonesia. Sebut saja, Jakarta Fashion Week, Modest Fashion Week, Muslim Fashion Festival, dan masih banyak lagi.

Seringnya Indonesia menggelar festival fashion, menjadi salah satu wadah untuk desainer terus melahirkan inovasi baru. Melahirkan seni lewat busana-busana yang bisa dikenakan sesuai dengan karakteristik masyarakat.

 

Perjalanan Ria Miranda tidak mudah

Ria Miranda adalah desainer yang konsisten mengedepankan Modest Fashion Wear. Perjalanannya tidak mudah dan kerap mengalami jalan terjal. Terlebih, Ria Miranda punya tujuan untuk memperkenalkan modest fashion wear dikalangan anak muda. Hal ini, agar banyak anak muda semakin suka mengenakan hijab.

“Pastinya di awal cukup berjuang, memperkenalkan modest fashion untuk anak muda. Dahulu itu susah banget masuknya. Ada pro dan kontra juga. Style ini tidak diterima, style ini bisa diambil, dan sampai bisa jadi tren itu juga berkat komuniti (Komunitas) Hijab gitu. Kita sama-sama menggaungkan kalau yang berhijab pun bisa jadi sesuatu yang tren juga. Mulai dengan itu dulu,” kata Ria Miranda kepada Inilah.com, ditulis di Jakarta, Jumat, (28/10/2022).

Perjuangan pertama yang dia lakukan adalah bagaimana bisa memperkenalkan menggunakan busana dengan padu pada hijab yang sesuai. Hingga kini, Ria Miranda mengaku masih terus berjuang untuk memproduksi busana dengan menggunakan keahlian pengrajin lokal.

Tidak hanya itu, Ria Miranda juga mengangkat kearifan lokal dalam setiap koleksinya. Berasal dari ranah Minang, sosok pemudi harapan Indonesia ini terus menuangkan idenya dengan konsisten mengedepankan lokal Minang.

“(Koleksi karya busana) konsisten dengan lokal Minang. Sebenarnya sudah mengangkat seluruh nusantara, karena aku asli Padang, jadi ya coba konsisten di situ, karena masih banyak yang perlu dieksplorasi,” tambahnya.

Semakin lama, karyanya bisa diterima masyarakat luas. Tidak hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri. Hal ini muncul karena adanya banyak orang yang semakin banyak mengenakan hijab.

“Happy sekarang marketnya sudah lebih meluas, yang pakai hijab makin banyak, yang di luar negeri masih strugling, kalau di Indonesia InsyaAllah kita masih bisa tahu marketnya seperti apa,” paparnya.

 

Berinovasi di tengah pandemi

Industri fashion menjadi salah satu yang diterpa badai pandemi COVID-19. Penjualan menurun, hingga produksi busana tidak lancar juga menjadi kendala yang harus dihadapi. Belum lagi perubahan offline menjadi online agar menekan penyebaran COVID-19 menjadi salah satu tantangan yang perlu diadaptasi dengan cepat. Ria Miranda menjelaskan, harus melakukan beberapa perubahan internal pegawai agar bisa menyesuaikan dan setidaknya bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19.

“Penjualan turun pasti,  30 persen turun. Ada penurunan. Kita coba untuk relate dengan industrinya saja, kebutuhan market. Mereka butuh apa sekarang. Oke masker, yang tadinya kita enggak ada jadi sekarang kita bikin. Terus Alat Pelindung Diri (APD) yang begitu sih kita bikin. Jadi kita berusaha relate dengan kita. Jadi lebih fleksible,” paparnya.

 

Siap hadapi resesi 2023

Resesi pada 2023 mendatang dihadapi dengan santai oleh Ria Miranda. Dia mengaku, yang terpenting dalam memajukan lokal brand adalah dengan mengangkat lokal people. Hal ini dia terapkan sejak pertama kali brandnya berdiri pada 12 tahun silam. Dengan mempekerjakan orang lokal, dia berharap brand-nya tetap bisa bertahan di tengah terpaan resesi mendatang.

“kita coba mengangkat lokal people kalau bukan kita, sebagai brand lokal kalau tidak memajukan itu sih, enggak bisa bareng-bareng sih. Banyak sih godaan untuk produksi di luar di China, tapi kalau kita tidak ingat lokal, kita tidak bisa bareng-bareng lokal people. Banyaknya mempekerjakan perempuan, termasuk empowering woman juga selalu kami gaungkan,” tambahnya.

Artikel asli : https://www.inilah.com/ria-miranda-pelopor-di-balik-lahirnya-modest-fashion-wear

logo