Restrukturisasi Kredit Oksigen Bagi UMKM di Tengah Pandemi

Kemenparekraf sosialisasi protokol CHSE kepada ekspatriat India
November 11, 2020
Taman Budaya Bali wadahi pementasan virtual 80 komunitas seni
November 11, 2020

Suaramerdeka.com / Puji Purwanto / 11 November 2020, 13:35 WIB

PURWOKERTO, suaramerdeka.com – Program restrukturisasi kredit yang digulirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mempertahankan produktivitas di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Banyumas (Apikmas), Pujianto mengatakan, program restrukturisasi bagi UMKM sangat membantu. Hasil profit dari aktivitas bisnis yang sedang turun akibat dampak pandemi dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas.

“Ada sedikit “oksigen” untuk bisa bernafas pada kondisi yang penuh dengan ketidakpastian. Bahkan pada kondisi rawan kerugian saat ini,” katanya.

Ia menilai, selama pandemi Covid-19, omzet penjualan produk-produk UMKM turun drastis. Ia mencontohkan produk diproduksi menyasar sekolah-sekolah. Namun, sejak beberapa bulan lalu tidak ada sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Belum lagi, jasa event yang biasa dikelola dengan rekan bisnis lain. Akibat aturan pelarangan kerumunan orang, maka bisnis jasa tersebut tidak berjalan. “Kami terpengaruh marketnya, sehingga penjualannya pun mengalami penurunan,” tuturnya.

Adapun untuk meningkatkan optimisme pelaku usaha dengan menyesuaikan pasar saat pandemi Covid-19. Seperti, mengoptimalkan pemasaran online dan membuat produk yang yang sesuai dengan kondisi saat ini, sehingga ada pergerakan transaksi dan profit.

Pelaku usaha mikro di Purwokerto, Fitri mengatakan, sekarang ini pemasaran online dioptimalkan. Banyak sarana pemasaran yang dapat dimanfaatkan, baik media sosial maupun marketplace.

“Saya sekarang mengandalkan penjualan online. Prosesnya mudah juga sasaran pasarnya lebih luas,” katanya.

Pedagang kerajinan home decor di Ajibarang, Memey (31) menambahkan, sekarang ini pihaknya lebih fokus pada penjualan produk secara online. Selama beberapa bulan, progres penjualannya positif. Ia dapat memperoleh pendapatan Rp 2 juta per bulan.

Namun demikian, ia tetap memanfaatkan penjualan konvensional melalui bazar UMKM yang digelar tiap pekan. Selain sebagai sarana promosi, juga untuk menambah omzet penjualan.

“Daripada nganggur mending berjualan. Di masa pandemi ini tidak boleh mengeluh, tapi harus pintar-pintar cari duit,” ujarnya.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/banyumas/246715-restrukturisasi-kredit-oksigen-bagi-umkm-di-tengah-pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami