Siaran Pers : Konten Lokal Diperkuat sebagai Modal Pengembangan pariwisata Labuan Bajo NTT
September 11, 2020
Siaran Pers : Kemenparekraf Sebut Pentingnya Penataan Musik Bagi Sektor Perfilman
September 12, 2020

Inilah.com/Diterbitkan 12 September 2020

Di era penerapan adaptasi kebiasaan baru karena pandemi saat ini, transportasi darat seperti bus dan travel menjadi pilihan tepat bagi yang hendak bepergian ke luar kota atau luar provinsi. Namun protokol kesehatan perlu diterapkan guna mencegah paparan COVID-19.

Untuk bisa melakukan perjalanan saat ini tidak dapat boleh sembarangan. Protokol kesehatan yang baik dan benar wajib diterapkan bagi pihak travel atau penyedia jasa transportasi maupun para penumpang.

Pemerintah sendiri melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 membuat serangkaian peraturan yang harus dipatuhi oleh semua pihak, mulai dari pihak travel sampai para penumpang.

Bagi pihak travel harus melaksanakan dan juga mematuhi ketentuan yang telah diberikan oleh pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020 yang berisi tentang pembatasan perjalanan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Diharapkan transaksi pemesanan tiket travel dapat dilakukan secara daring (online) untuk meminimalkan risiko penyebaran COVID-19. Misalnya saja, untuk pemesanan tiket Daytrans bisa membeli atau pesan tiket Daytrans di platform terpercaya.

Selain itu, pihak Travel harus memastikan semua penumpang telah memenuhi syarat protokol kesehatan dasar seperti masker dan cek suhu tubuh penumpang. Memastikan kru atau awak Travel sehat dan memiliki surat bebas COVID-19 dari fasilitas kesehatan maksimal berlaku 14 hari dan selalu menggunakan masker.

Memastikan penumpang selalu menggunakan masker dan memberikan jarak aman antara penumpang satu dengan yang lainnya.

Sedangkan bagi penumpang, juga harus melakukan beberapa hal seperti menggunakan masker yang sesuai standar dari pemerintah yaitu yang memiliki 3 lapisan. Penumpang juga harus sering melakukan cuci tangan atau membersihkan dengan menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 70%, serta selalu menjaga jarak aman dengan penumpang yang lain yang umumnya sudah dilakukan oleh pihak travel.

Tidak lupa juga untuk membawa identitas asli seperti KTP dan juga unduh aplikasi PeduliLindungi untuk mempermudah pelacakan jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

Artikel Asli: https://inilah.com/news/2579976/protokol-kesehatan-wajib-bagi-travel-dan-penumpang

Jumlah Ketersediaan Hotel di The Nusa Dua Naik

Inilah.com/Mia Umi Kartikawati/Diterbitkan 12 September 2020

INILAHCOM, Jakarta – Hingga saat ini, kamar hotel tersedia 3.685 yang dioperasikan 12 tenant hotel. Jumlah meningkat dari 2.410 kamar dioperasikan 7 tenant hotel sebelum 31 Juli 2020 di kawasan pariwisata The Nusa Dua.

Sejak dibukanya kembali kawasan pariwisata The Nusa Dua bagi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) bertepatan dengan pembukaan Bali pada 31 Juli lalu, jumlah kamar tersedia di destinasi pariwisata terpadu yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB ini, terus meningkat.

Selain 12 tenant hotel, telah beroperasi juga Bali Collection dan Museum Pasifika, yang semuanya telah memperoleh Sertifikat Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali sebagai syarat pengoperasian usaha dan destinasi wisata di era new normal.

Di luar itu masih ada 13 tenant yang tengah dalam proses sertifikasi, dan sebagai sebuah destinasi pariwisata terpadu, The Nusa Dua sendiri juga telah memperoleh Sertifikat Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

“Sejak dibuka kembali bagi kunjungan wisnus pada 31 Juli lalu, bisnis pariwisata di The Nusa Dua mulai berangsur-angsur bergerak kembali, yang ditunjukkan melalui peningkatan jumlah kamar tersedia dan atraksi di dalam kawasan yang siap menerima kunjungan wisatawan. Peningkatan operasional ini kami barengi dengan penyiapan dan monitoring penerapan protokol kesehatan tersertifikasi yang ketat, untuk menjadikan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata yang aman dan nyaman di tengah pandemi,” kata Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (12/09/2020).

Penyiapan protokol tersertifikasi di The Nusa Dua ini telah meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap The Nusa Dua yang terwujud dalam mulai meningkatnya occupancy rate dan terselenggaranya sejumlah kegiatan instansi pemerintah maupun swasta.

“Meningkatnya jumlah kamar tersedia, occupancy rate, serta jumlah kegiatan di The Nusa Dua, telah memberikan dampak terhadap bekerjanya kembali pekerja wisata yang selama ini dirumahkan serta peningkatan taraf ekonomi mereka karena sudah bisa mulai bekerja kembali. Kami menyambut gembira geliat positif ekonomi ini, namun kami akan tetap memastikan penerapan protokol kesehatan oleh semua pihak di dalam kawasan, karena masalah kesehatan tetap merupakan prioritas kami sebagai pengelola kawasan”, ujar Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita.

Sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan di Kawasan The Nusa Dua, pemeriksaan kesehatan dimulai dari pintu gerbang utama The Nusa Dua dengan melakukan pemeriksaan kendaraan dan pengunjung, pemeriksaan identitas diri dan reservasi tempat yang dituju yang merupakan salah satu syarat masuk ke Kawasan The Nusa Dua.

ITDC akan memastikan wisatawan menggunakan masker selama beraktivitas dalam kawasan, selalu mencuci tangan dengan teratur dan melakukan physical distancing.

Untuk memastikan pelaksanaan physical distancing, ITDC menerapkan crowd management dengan membatasi jumlah pengunjung di suatu lokasi maksimal 25 orang, dan menerapkan Queue and Interaction Management dengan mengatur jarak antrian pengunjung sehingga dapat mencegah penumpukan pengunjung. ITDC juga menggunakan sistem cashless berupa penggunaan sistem QRIS untuk transaksi wisatawan di seluruh area The Nusa Dua sehingga mengurangi interaksi melalui sentuhan.

Selain menggunakan QRIS, pengunjung dapat menggunakan debit dan kartu kredit semua Bank, E Wallet, E Money semua bank, dan Online Channel untuk bertransaksi. Selain itu, fasilitas penunjang pelaksanaan protokol kesehatan juga telah disiapkan didalam kawasan antara lain tempat cuci tangan sebanyak 5 lokasi, signage physical distancing sebanyak 14 titik dan toilet.

Untuk memastikan tingkat hygene kawasan, kegiatan penyemprotan disinfektan juga dilakukan secara rutin dan terjadwal sebanyak 2 kali sehari. Sebagai pengelola kawasan, ITDC juga terus memberikan himbauan kepada tenant dan pengunjung agar selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten.

“Kami terus melakukan promosi kawasan The Nusa Dua dan menginformasikan protokol kesehatan yang telah kami terapkan melalui berbagai kanal komunikasi agar kepercayaan masyarakat terhadap keamanan The Nusa Dua terus meningkat sehingga mereka tidak ragu untuk memilih The Nusa Dua sebagai tempat berwisata mereka di masa tatanan kehidupan era baru ini. Kami percaya dengan protokol kesehatan yang telah kami terapkan serta dukungan dari semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten, kawasan The Nusa Dua akan terus steril dari penularan COVID-19 sekaligus dapat membangkitkan kembali bisnis pariwisata di The Nusa Dua dan Bali,” kata Ngurah Ardita.(tka)

Artikel Asli: https://inilah.com/rileks/2579979/jumlah-ketersediaan-hotel-di-the-nusa-dua-naik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami