PHRI: Keterisian Hotel di Jawa Bali Naik hingga 15% Jelang Nataru

Wakil Indonesia Raih Gelar Miss Tourism International 2021/2022
December 22, 2021
Sosok Desainer Masjid Raya Sumatera Barat yang Menangkan Penghargaan Desain Masjid Terbaik Dunia
December 22, 2021

Medcom.id / Fetry Wuryasti / 22 Desember 2021, 10:50 WIB

Jakarta: Jelang momen liburan Natal dan Tahun Baru, tingkat okupansi hotel di kota-kota wisata Jawa Bali rata-rata naik hingga 15 persen. Batalnya pembatasan PPKM Level 3 mendorong masyarakat untuk bepergian dalam lingkup domestik.

Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan rata-rata masyarakat yang biasanya bepergian ke luar negeri, dengan adanya syarat karantina kepulangan selama 10 hari, akhirnya memilih untuk menghabiskan tahun di Indonesia.

“Rata-rata Sumatra, Jawa, dan Bali mengalami kenaikan okupansi karena pelonggaran ini. Khusus Jawa dan Bali naiknya 10-15 persen keterisian hotel,” kata Maulana, dilansir MGN, Rabu, 22 Desember 2021.

Meski demikian, PHRI akan mengevaluasi kembali terkait tidak meratanya okupansi hotel. Umumnya reservasi hotel hanya tinggi pada kelas bintang tiga ke atas, sebagai akibat dari harga diskon yang ditawarkan sejak bulan-bulan sebelumnya. Sementara itu, realisasi yang sama tidak terjadi pada hotel bintang 1 dan 2.

“Kalau dikatakan beberapa kota destinasi wisata susah mendapatkan hotel, rata-rata yang penuh itu hotel-hotel bintang tiga ke atas. Pemerataan ini yang tidak terjadi,” kata Maulana.

Namun, dengan adanya syarat karantina kepulangan dari luar negeri selama 10 hari, membuat destinasi wisata premium seperti Labuan Bajo turut tinggi peminat. Dia katakan, biasanya tiap tahun orang Indonesia yang liburan ke luar negeri umumnya mencapai 12 juta orang dalam setahun, dengan belanja lebih dari USD10 miliar.

Maka potensi ini yang harus digali agar mereka belanja di destinasi wisata domestik untuk membuat pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata.

“Kelompok ini karena memiliki kapasitas membayar yang kuat, mereka akan memilih destinasi yang unik, seperti Labuan Bajo, Bali, atau ke Raja Ampat. Destinasi yang memang tujuannya untuk liburan. Berbeda dengan pariwisata di Pulau Jawa, yang bercampur juga dengan mereka yang pulang kampung atau perjalanan bisnis,” kata Maulana.

Selain itu, di tahun ini dengan ditiadakannya libur cuti bersama bagi PNS dan ASN, akan sedikit mengurangi jumlah masyarakat dan keluarga yang melakukan perjalanan. Dia katakan, kemungkinannya puncak liburan akan terbagi tiga, yaitu masyarakat yang berlibur hingga sebelum natal, mereka yang bepergian antara periode natal dan tahun baru, dan orang-orang yang menunggu plesiran setelah tahun baru hingga H+5.

Artikel Asli : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/3NOzZO0K-phri-keterisian-hotel-di-jawa-bali-naik-hingga-15-jelang-nataru

logo