Pesona Nanggung, Wilayah yang Ditunjuk Jadi Alternatif Wisata Puncak Bogor

Laporan Pemantauan Covid-19 di Sektor Parekraf (23 September 2021)
September 23, 2021
Penyandang Disabilitas Berhak Dapat Fasilitas di Sektor Kebudayaan dan Pariwisata
September 23, 2021

Liputan6.com/Diterbitkan 23 September 2021 pukul 09.02 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Sudah terlalu lama sejak wisata Bogor identik dengan kawasan Puncak. Area yang dikenal berudara sejuk dengan pemandangan khas berupa kebun teh ini merupakan destinasi akhir pekan populer, dan anggapan ini tidak selalu jadi ide bagus di tengah pandemi COVID-19.

Berbagai pembatasan mobilitas untuk menekan angka kunjungan ke destinasi ini telah dilakukan. Yang terbaru, Bupati Bogor Ade Yasin menawarkan wilayah Nanggung sebagai alternatif wisata Puncak.

“Nanggung itu memiliki pesona alam Gunung Salak yang indah, apalagi masuk ke wilayah Desa Malasari, ada pemandangan kebun teh yang cukup besar,” kata Ade melansir Antara, Selasa, 21 September 2021.

Berdasarkan akun media sosial desa wisata itu, pemandangan terasering ala Tegallalang Ubud jadi salah satu lanskap andalan. Wilayah ini dikenal sebagai Terasering 1001 Undak yang lekuknya bisa dilihat dari ketinggian.

Ade mengatakan, Nanggung memiliki beberapa potensi wisata desa. Selain Desa Malasari, ada juga Geo Heritage eks pertambangan bawah tanah Antam yang terdiri dari Curug Sawer, Leuwi Bongbang, Setu Nirmala, dan Curug Macan.

Kemudian, Bio Heritage yang terdiri dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak, pengamatan elang, pengamatan Owa, habitat anggrek raksasa, hutan hujan tropis, dan Agromedika. Udara segar khas kawasan Puncak juga bisa dinikmati secara leluasa di sini.

Punya Komoditas Unggulan

Selanjutnya, ada juga Cultural Heritage, yakni Pendopo Bupati, Situs Pasir Jambu, Situs Kramat Mbah Kudung dan Mbah Langgar, Kampung atau Desa Wisata Malasari, serta Kampung Malani seni pencak silat dan pertanian. Ade menyebut, wilayah Nanggung juga diketahui memiliki komoditas unggulan, seperti cengkih, tanaman obat, manggis, dan produk logam.

“Dalam Strategi Pembangunan Pariwisata Daerah (wilayah Nanggung) masuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) Halimun-Salak bersama Tenjolaya, Leuwiliang, Leuwisadeng, Pamijahan, Sukajaya, Jasinga, bertema utama alam, budaya dan geopark, serta tema pendukung edukasi,” tuturnya.

Ia mengatakan, Nanggung akan jadi objek wisata yang menarik jika ditata dengan baik. Pada 2018, wisata heritage seperti Geopark Pongkor sempat diresmikan. Tapi, wisata eks tambang tersebut belum bisa dibuka kembali karena kegiatan pertambangan di wilayah tersebut diperpanjang.

“Bahaya jika dipaksakan dibuka saat ini. Tapi, (bisa) memanfaatkan potensi wisata sekelilingnya tanpa harus masuk ke wilayah Pongkor, seperti Curug Sawer, Leuwi Bongbang, Setu Nirmala, Curug Macan, dan lainnya,” imbuhnya.

Ganjil Genap

Terkait pengendalian kerumunan di kawasan Puncak, melansir kanal News Liputan6.com, Ade dan Bupati Cianjur Herman Suherman menyepakati rekayasa lalu lintas sistem ganjil genap kendaraan di Jalur Puncak, Jawa Barat dipermanenkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Karena sudah 36 tahun kita melaksanakan one way (sistem satu arah), mudah-mudahan dengan ganjil genap ada perubahan atau perbaikan,” katanya.

Herman juga menyatakan sepakat atas keputusan itu. “Ganjil genap Kabupaten Cianjur sangat setuju, karena pemberlakuannya dikecualikan bagi warga kami, insya Allah tidak menggangu bahkan malah menguntungkan,” katanya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sistem pelat kendaraan ganjil genap ini berlaku di akhir pekan, tepatnya pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sesuai namanya, kendaraan yang diperbolehkan melintas pada tanggal ganjil adalah kendaraan dengan angka terakhir tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) ganjil, dan berlaku sebaliknya pada tanggal genap.

Artikel Asli: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4664275/pesona-nanggung-wilayah-yang-ditunjuk-jadi-alternatif-wisata-puncak-bogor

logo