Penyandang Disabilitas Olah Sampah Jadi Kerajinan, Bupati Rembang Janjikan Modal Usaha

Bupati Anas Minta Pokdarwis Banyuwangi Tetap Optimistis dan Kreatif
September 17, 2020
Siaran Pers : Kemenparekraf Dorong Pelaku UMKM Untuk Adaptif dan Inovatif di Tengah Pandemi
September 17, 2020

Suaramerdeka.com /Ilyas al-Musthofa / 17 September 2020, 14:59 WIB

REMBANG, suaramerdeka.com – Ratusan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Disabilitas Multi Karya Rembang (DMKR) menggelar dialog dengan Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Mereka dialog terbuka terkait dengan upaya pemberdayaan kalangan disabilitas di Rembang.

Dalam acara yang digelar di sekretariat DMKR tersebut, Hafidz yang mewakili Pemkab Rembang dipameri sejumlah kerajinan karya penyandang disabilitas. Uniknya, kerajinan tersebut berbahan limbah sampah yang oleh kalangan umum tidak terpakai.

Beberapa kerajinan yang dipamerkan kepada bupati, di antaranya adalah tempat tisu berbahan bonggol jagung, tempat sampah berbahan ban bekas, serta cairan hand sanitizer karya kalangan disabilitas.

Bupati Abdul Hafidz yang melihat karya-karya tersebut langsung memborong tempat tisu berbahan bonggol jagung dan hand sanitizer. Barang-barang tersebut oleh Hafidz direncanakan akan dikenalkan kepada koleganya sebagai upaya membantu pemasaran.

“Maka saya membeli sejumlah karya mereka menggunakan uang pribadi. Bukan hanya untuk saya, tetapi akan saya kenalkan kepada kolega agar mereka tahu, ternyata banyak karya seni buatan disabilitas Rembang yang layak dibeli,” terang Hafidz.

Ke depan, Hafidz pun menyuarakan rencana untuk bisa membantu permodalan usaha pengolahan limbah kareya disabilitas melalui mekanisme UMKM. Hal itu sebagai upaya mendongkrak produktivitas mereka sehingga bisa benar-benar berdaya.

“Peran Pemkab adalah bagaimana membantu permodalan melalui mekanisme UMKM. Kami optimistis karya-karya bagus ini akan semakin berkembang jika diiringi dengan pemasaran memadai,” ujarnya.

Ketua DMKR Rudi Yualianto menyebutkan, secara toal ada 4.820 kaum disabilitas yang tergabung dalam wadah organisasinya. Sebagian besar mereka sudah produktif dengan berbagai karya berbeda berbahan sampah.

Harapannya kepada Pemkab Rembang adalah adanya peran untuk memberikan apresiasi berupa penambahan wawasan melalui pelatihan serta membantu pemasaran. Selama ini sebagian peran Pemkab sudah berjalan, seperti fasilitas sekretariat aset daerah. “Kami menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Indonesia (BSI) Rembang,” ujarnya.

Ketua BSI Rembang, Krisna Andi mengatakan, pihaknya berperan sebagai pengumpul limbah sampah dari masyarakat. Limbah-limbah sampah tersebut selanjutnya dipilah untuk memastikan mana yang masih layak diolah menjadi barang bernilai ekonomis.

“Sedekah sampah dari masyarakat, kami kumpulkan dan diserahkan kepada DMKR. Limbah-limbah tersebut diolah menjadi aneka kerajinan bernilai ekonomis,” tandasnya.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/muria/240811-penyandang-disabilitas-olah-sampah-jadi-kerajinan-bupati-rembang-janjikan-modal-usaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami