Penurunan Harga, Bukan Solusi Mempertahankan Bisnis Hotel di Tengah Pandemi

Siaran Pers : Menparekraf Ajak Milenial Jadi Pionir Penerapan Pariwisata Berkelanjutan
January 26, 2021
Dukung Perhotelan Kembali Pulih, S2i Kenalkan Inovasi Terbaru
January 26, 2021

Suaramerdeka.com / Langgeng Widodo/ 26 Januari 2021, 13:00 WIB

 

“Hal-hal seperti itulah yang perlu dilakukan para pengusaha hotel untuk menarik tamu dan mempertahankan revenue kamar hotel,” kata pendiri dan pemilik Victoria Hotel School itu.

Dalam kesempatan itu, Dicky juga memamerkan 52 hotel di berbagai daerah yang dikelola/dioperasikan manajemen Azana Hotels & Resorts yang okupansinya rata rata 60 hingga 70 persen, selama 2020. Sedang laba kotor hotel rata-rata sudah berada di atas 40 persen. Di 2021, Azana akan menambah 18 hotel baru, terdiri dari 3 Azana Style Hotels, 3 Front One Bed & Breakfasts, 6 Front One Hotels, 2 Front One Cabins, dan 4 Votel Hotels.

Tercapainya target itu tidak lepas dari bisnis model baru yang diterapkan Dicky. Seperti, menambah investasi dan waktu yang lebih banyak di aktivitas online melalui SEO activities, social media dan Google Ads dan lainnya sebab pandemi kali ini telah menjadi katalisator dan akselerator proses digital, mengalokasikan budget iklan dari yang marginal ke high impact opportunity bisa di sektor yang sama dengan kategori yang sama target yang sama dan segmen yang sama namun menggunakan multiple produk.

Organisasi pengelolaan hotel lebih fokus, ada penguatan tambahan di masing-masing bidang dan di masing-masing segmen, dengan melakukan narrow targeting yang tepat. Kemudian, melakukan OMNI Channel, dengan mengkombinasikan antara aktivitas online dan offline, serta marketing dan branding secara bersamaan dan total. Lebih banyak melakukan customer retention dibandingkan akuisisi, menjaga dan rawat customer dengan baik dengan terlebih dahulu melakukan mapping dan profiling agar benefit dan experience yang kita berikan kepada customer benar-benar customized dan personalized.

Selanjutnya tentu berkolaborasi. “Saat ini tentu kita tidak bisa menyelesaikan semua dengan sendiri, bukan saatnya saling menyerang atau berkompetisi yang tidak sehat, tapi harus ada kerja sama untuk menyelesaikan masalah dan menghadirkan solusi bagi customer untuk menciptakan nilai tambah baru,” tandasnya.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/news/ekonomi-dan-bisnis/253167-penurunan-harga-bukan-solusi-mempertahankan-bisnis-hotel-di-tengah-pandemi?page=2

logo