Pengusaha Travel Siapkan Protokol Jelang Libur Akhir Tahun

PHRI Denpasar Ingatkan Petugas Tidak ‘Nakal’ di Pintu Masuk Bali
December 16, 2020
Siaran Pers :Kemenparekraf Gelar “ULIK 2020” untuk Promosikan Travelling di Era Pandemi
December 16, 2020

Cnnindonesia.com /CNN Indonesia / 16 Desember 2020, 17:00 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Masyarakat Indonesia tengah menyambut libur panjang natal dan tahun baru akhir Desember hingga Januari 2021 mendatang. Momen libur panjang dikhawatirkan sejumlah pihak jadi ajang penularan Covid-19.

Sejumlah penyedia jasa pariwisata mengaku selalu menyesuaikan operasional jasa dengan protokol kesehatan untuk meminimalisasi risiko penularan virus. Para pengusaha pariwisata mengisahkan dalam talk show ‘Menerapkan Protokol Kesehatan Menjelang Liburan Akhir Tahun’, di Media Center Satgas Covid-19, Selasa (15/12).

Salah satu pengusaha travel Anton Thedy menyatakan pihaknya telah mengubah operasional paket liburan, dengan tidak menyatukan peserta dalam satu kendaraan.

“Istilahnya bukan group tour lagi, sekarang road trip. Perjalanan menggunakan kendaraan masing-masing, mobil sendiri, jadi kita tidak bergabung dengan orang yang tidak dikenal.” ujar Anton.

Senada dengan Anton, salah satu pengusaha penyewaan kendaraan motor di Bali, Rizky Aria Diansyah menyatakan pihaknya memindahkan segala teknis transaksi ke format digital.

“Jadi penyewa tidak perlu datang ke tempat sewa motor, milih motor, ketemu orang, tertular droplets, tertular, dan lain-lain,” ujar Rizky.

Di kesempatan yang sama, dokter sekaligus pengusaha Ivan Adrian menyatakan pengusaha pariwisata harus mewujudkan lokasi wisata yang minim risiko penularan Covid-19.

“Ada sekat-sekat yang menghindari kerumunan. Misalnya, dalam satu ruangan, maksimal 30 orang. Ruangannya sebaiknya yang terbuka. Ada udara masuk dan keluar” ujar dokter Ivan.

Ivan juga mengatakan salah satu kendala yang dapat menyebabkan penularan dari kegiatan berlibur adalah keengganan masyarakat untuk dites saat masuk daftar tracing.

“Saya di lapangan, saat contact tracer, saat kita meminta untuk swab, ada yang lari, justru malah takut” tambahnya.

Pemerintah pusat dan sejumlah pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian selama libur yang jatuh pada tanggal 24-25 Desember 2020, 31 Desember 2020, dan 1 Januari 2021.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa pada masa pandemi masyarakat tidak perlu mengadakan kegiatan di luar rumah, apalagi hingga menimbulkan kerumunan banyak orang.

“Kami mengajak liburan kali ini adalah liburan yang aman, liburan yang juga harus nyaman, tanpa jalan-jalan tanpa bepergian,” kata Doni, Selasa (8/12).

Artikel Asli : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201215142838-275-582377/pengusaha-travel-siapkan-protokol-jelang-libur-akhir-tahun

logo
Hubungi Kami