Home
July 2, 2020
Protokol Kesehatan Ketat di Prambanan dan Ratu Boko
July 2, 2020

Medcom.Id / Daviq Umar Al Faruq / 2 Juli 2020, 11:40 WIB

Malang: Wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, segera dibuka bertahap. Namun Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), bakal menbatasi jumlah pengunjung sampai 20 persen dari total kapasitas.

“Setelah dihitung itu kalau disepakati 20 persen ya hanya 739 orang. Semuanya full 100 persen booking online. Jumlah itu di luar pendakian ke Gunung Semeru. Pendakian belum kita bicarakan,” kata Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie, Kamis 2 Juli 2020.

Selanjutnya, kata dia, kapasitas pengunjung akan ditambah bila pembukaan tahap pertama berlangsung baik. Yakni sekitar 40 persen sampai 50 persen dari total kapasitas.

“Tapi kalau begitu dibuka dan ada kejadian, dengan sangat terpaksa akan kita tutup. Kita ambil jalan tengah, 20 persen, 739 orang per hari. Biasanya, kalau hari biasa segitu, tapi weekend, bisa sampai 1.000 lebih,” tegas John.

John memprediksi, mayoritas wisatawan masih ragu berkunjung ke Gunung Bromo saat pandemi covid-19. TNBTS pun tidak berencana membuka kawasan wisata pada akhir pekan.

“Mungkin senin atau selasa, setelah mendapatkan rekomendasi dari bupati,” jelasnya.

Dia menekankan, para pengunjung dilarang naik ke tangga kawah Bromo. Karena sedang rusak berat.

TNBTS juga bakal memberlakukan sistem seat kepada wisatawan. Contohnya seat Penanjakan. Dalam sehari, hanya sebanyak 167 dari 739 wisatawan yang bisa berkunjung ke Penanjakan.

“Seat dan tiketnya berbeda. Seat ke Penanjakan, itu 167 orang. Jadi kalau ada yang booking online ke Penanjakan, warna tiket berbeda. Kemudian Bukit Cinta, Bukit Kedalu, itu beda. Lautan Pasir dan Bukit Teletubies, itu sama tiket yang lama. Jadi siapa cepat yang booking, bisa dapat,” bebernya.

Dia mengungkap, tanggal pembukaan wisata Gunung Bromo belum dipastikan karena menunggu rekomendasi dari empat pemerintah daerah. Antara lain, pemerintah daerah Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

“Jadi kita sangat ekstra hati-hati betul. Teman-teman di lapangan sudah membuat protokol kesehatan, jaraknya 1,5 meter di sana. Tempat cuci tangan sabun, dan memakai masker. Nanti akan dibantu TNI Polri, untuk membantu dengan petugas Pemkab, dan kita sendiri,” tukasnya.

Artikel Asli : https://www.medcom.id/nasional/politik/4KZRv1pKnasdemmasihberharappembahasanruupksdilanjutkan?utm_source=nasional&utm_medium=hot_issue&utm_campaign=detail_desktop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami