Pengalaman “staycation” di masa adaptasi kebiasaan baru

Siaran Pers : Kemenparekraf Dorong Pelaku Kuliner Hadirkan Kemasan Produk yang Menarik
July 21, 2020
Pemprov Babel Optimalkan Kelola Wisata Terbuka
July 21, 2020

Antaranews.com / Nanien Yuniar / 21 Juli 2020, 10:08 WIB

Jakarta (ANTARA) – Staycation menjadi alternatif liburan di masa adaptasi kebiasaan baru ketika ruang gerak untuk bepergian jadi terbatas.

Menyegarkan suasana hati dari rutinitas di rumah saja dapat dilakukan dengan menginap di hotel terdekat, menikmati semua fasilitas untuk melepas penat.

Biro perjalanan daring tiket.com menawarkan fitur baru tiket CLEAN sebagai jaminan bahwa partner yang bekerjasama dengan mereka telah memenuhi standardisasi protokol kebersihan dan kesehatan dari badan resmi seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

ANTARA ikut mencoba pengalaman staycation di kamar grand deluxe hotel Sari Pacific Jakarta, yang sudah mendapat label tiket CLEAN, akhir pekan lalu.

“Pastikan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat. Selalu pakai masker wajah dan terapkan jarak sosial,” kata Director of Marketing Communication hotel Sari Pacific Jakarta Niko Wicaksono kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (17/7).

Protokol kesehatan

Sebelum memasuki area hotel, petugas akan memeriksa suhu tubuh pengunjung. Ada kalanya suhu tubuh terlalu tinggi akibat teriknya matahari Jakarta.

Saat itu terjadi, tamu dipersilakan menunggu hingga suhu tubuh kembali normal. Bila masih terlampau tinggi, tamu akan diarahkan ke klinik di hotel.

Pengecekan suhu tubuh juga berlaku ketika memasuki restoran.

Para staf hotel dipastikan untuk selalu menjaga kebersihan. Setibanya di hotel, mereka diharuskan untuk mandi lagi sebelum mengenakan seragam dan mulai bekerja. Suhu tubuh karyawan juga dicek, mereka pun dibekali masker dan pelindung wajah.

Para petugas yang membersihkan kamar dibekali dengan Alat Pelindung Diri ketika membereskan kamar yang sudah selesai ditempati tamu.

Perlengkapan di kamar seperti seprai yang sudah dibinatu akan disimpan dalam kemasan plastik agar kebersihannya lebih terjaga.

Setiap hari, petugas akan membersihkan kamar dan mengganti kelengkapan di dalamnya.

Tamu pun diwajibkan untuk mengenakan masker selama berada di area publik hotel, kecuali di tempat tertentu seperti restoran. Ada petugas yang akan mengingatkan tamu untuk selalu memakai masker.

Hand sanitizer juga disediakan di berbagai area publik sehingga tamu bisa membersihkan tangan setiap waktu.

Teknologi membantu mengurangi kontak fisik lewat buku menu, formulir tamu hingga Al-Quran yang bisa diakses secara digital melalui QR Code.

Saat check in, tamu akan diminta mengisi formulir berisi data diri, alamat, surel hingga kondisi kesehatan. Formulir bisa diisi secara virtual dengan memindai QR Code, juga secara manual dengan kertas dan pulpen.

Tamu bisa lebih tenang memakai pulpen publik karena pihak hotel selalu menyediakan pulpen yang sudah disanitasi.

Kunci hotel yang berbentuk kartu diserahkan kepada tamu dalam keadaan baru disterilkan.

Banyak penyesuaian yang diterapkan terkait dengan aturan untuk menyesuaikan jarak.

Berbagai penanda untuk jaga jarak saat mengantre bisa dilihat di area check in, penanda ini juga dipasang di lantai elevator yang hanya boleh dimasuki lima orang pada satu waktu.

Tata letak kursi dan meja di restoran diatur ulang agar berjarak. Di restoran Fiesta, tempat tamu sarapan, satu meja hanya diisi dua kursi.

Pengalaman makan di hotel terasa sedikit berbeda di masa adaptasi kebiasaan baru.

Ketika datang, meja masih kosong melompong karena staf tidak akan melakukan pre-setting (meletakkan alas meja, peralatan makan, garam & merica). Peralatan tersebut baru diberikan ketika tamu datang.

Dulu, tamu bisa bebas mengambil makanan prasmanan, tapi kini semuanya harus diambilkan oleh staf restoran.

Tamu bisa menyantap pojok makanan Indonesia seperti nasi goreng dan bihun goreng, aneka hidangan telur, roti hingga kue manis.

Makanan seperti buah-buahan dan salad telah diatur porsinya dan dilapisi dengan plastik.

Berbagai fasilitas hotel telah kembali beroperasi, termasuk restoran The Japanese, Restoran Fiesta, dan Sari Delicatessen.

Kolam renang boleh dimasuki, tapi hanya untuk tamu dengan kapasitas yang dibatasi. Sementara fasilitas yang melibatkan kontak fisik seperti sauna masih ditutup.

Selain Sari Paficic Jakarta, ada total lebih dari 4000 partner yang sudah mendapatkan label tiket CLEAN di tiket.com.

Sekitar 80 persen hotel yang mendapatkan label tersebut berlokasi di Indonesia, sisanya ada di negara tetangga seperti Singapura.

Gaery Undarsa, Chief Marketing Officer tiket.com mengatakan jumlah tersebut akan terus bertambah.

Editor: Maria Rosari Dwi Putri

Artikel Asli : https://www.antaranews.com/berita/1623202/pengalaman-staycation-di-masa-adaptasi-kebiasaan-baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami