Pemuda Asal Solo Road Trip Kenalkan Wayang Suket

Traveloka Kembali Gelar EPIC SALE, Tebar Diskon Hotel Hingga 80 Persen
November 4, 2020
Jogo Wisata di Telaga Madirda, Ide Wisata Kemping Muncul Usai Jadi Lokasi Karantina
November 4, 2020

Suaramerdeka.com / Haikal Adithya /4 November 2020, 17:34 WIB

TEGAL, suaramerdeka.com – Puluhan anak-anak dan pemuda mengikuti workshop pembuatan wayang suket di Galeri Spasi, Jalan Sawo Barat, Kelurahan Kraton, Kota Tegal, kemarin. Workshop tersebut merupakan bagian dari Road Trip Komunitas Wayang Suket Indonesia.

“Tujuan kami membawakan kembali dan memperkenalkan wayang suket sebagai warisan budaya bangsa. Bukan hanya generasi muda, tetapi kepada semua elemen masyarakat,” kata Pendiri Komunitas Wayang Suket Indonesia, Gaga Rizky.

Pria yang berprofesi sebagai dalang itu mengemukakan, tema program yang dilaksanakan sejak Oktober itu yakni Workshop and Performing Tour Wayang Suket Indonesia 1.0 (Java) 2020. Dirinya lebih menekankan pada pengenalan dan pembuatan wayang suket di seluruh Pulau Jawa.

Meski pada awalnya, Gaga mengaku, tripnya itu lebih menyasar para pelajar dan mahasiswa. Namun, karena masih berada di masa pandemi, dirinya kemudian mengkreasikan dan menginovasi kepada sejumlah sanggar, ruang publik hingga cafe.

“Tadinya mau membawa pesan kesenian ini kepada siswa di sekolah-sekolah. Tetapi karena ada Covid, sempat berhenti dan kembali berjalan setelah dikreasikan ulang. Seperti tempat pelaksanaan dan penerapan protokol kesehatan,” pungkas pria kelahiran Solo ini.

Lebih jauh Gaga menjelaskan, perbedaan wayang suket dengan wayang kulit terletak pada pakemnya. Jika wayang kulit erat dengan paket wayang sebagai tuntutan pedalangan, maka wayang suket tidak memiliki pakem sama sekali.

Bahkan, sambung Gaga, wayang suket lebih dekat kepada pembawaan cerita lokal dan cerita rakyat, bukan seperti cerita yang dibawakan pada wayang kulit.

“Bentuknya dasarnya hanya terdiri dari empat. Diantaranya laki-laki halus, laki-laki gagah, wanita dan anak-anak. Akan tetapi, melalui Komunitas Wayang Suket Indonesia, kita kembangkan lagi menjadi, ada tanaman, danau dan hutan,” urainya.

Dipilihnya wayang yang menggunakan bahan dasar rerumputan itu, lantaran minimnya ekspose kepada masyarakat dibanding wayang kulit. Untuk itu, Gaga berharap kegiatan yang diinisiasinya itu mampu melestarikan wayang suket.

“Wayang suket sudah ada sejak zaman dulu. Sayang sekali jika hilang begitu saja. Unutk itu, mari kita kenalkan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia,” tutupnya.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/pantura/246086-pemuda-asal-solo-road-trip-kenalkan-wayang-suket

logo