Pemkot Surakarta Terbitkan Aturan Baru Terkait Kunjungan di Pusat Keramaian dan Wisata

Rencana Membuka Kembali Wisata Alam di Tengah Pandemi Corona
June 23, 2020
Kemenparekraf Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan Saat Pembukaan Destinasi
June 23, 2020

Suaramerdeka.com / Agustinus Ariawan / 23 Juni 2020, 08:55 WIB

SOLO, suaramerdeka.com – Pemkot Surakarta terbitkan aturan baru terkait kunjungan di pusat keramaian dan wisata. Aturan tersebut melonggarkan anak-anak, ibu hamil, dan orang lanjut usia bisa mengunjungi pusat keramaian dan area wisata. Selain itu tempat ibadah, pertemuan, dan hotel juga dilonggarkan.

Khusus untuk aturan anak-anak sifatnya mendesak dan uji coba. Jika sebelumnya Pemkot melarang semua anak di bawah usia 18 tahun bepergian, kini anak-anak di atas usia 5 tahun mendapat kelonggaran atas larangan itu.

Anak-anak kini boleh mengunjungi pusat perbelanjaan, tempat hiburan, objek wisata, pusat kuliner dan tempat bermain di Kota Solo. “Kebijakan ini dasarnya alasan kemanusiaan,’’ kata Wali Kota FX Hadi Rudyatmo (Rudi), Senin (22/6).

Pelonggaran itu diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 067/1165 tentang Perubahan Atas Pedoman Teknis Pelaksanaan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Surakarta. Sebelumnya di Perwali Nomor 10/2020 yang diatur adalah anak-anak usia 18 tahun ke bawah.

Wali Kota mengaku, pelonggaran itu merespons desakan masyarakat. “Ini sifatnya uji coba dan akan dievaluasi 14 hari lagi. Kalau masyarakat tidak bisa mematuhi aturan-aturan itu, ya kami kembalikan seperti Perwali lagi,” kata Rudi.

Rudy menandaskan, Pemkot mensyaratkan kunjungan anak di atas usia 5 tahun ke lokasi-lokasi publik itu hanya sebatas memenuhi kebutuhan mendesak mereka.

“Jadi kalau makan di foodcourt boleh dengan jaga jarak. Ke mal hanya untuk berbelanja. Petugas jaga juga harus meyakinkan mereka untuk tidak nongkrong,” tegas Rudy.

Wali Kota mengatakan SE memuat aturan pelaksanaan kegiatan di area publik lain seperti tempat ibadah, gedung pertemuan dan hotel. Para pengelola lokasi-lokasi itu diizinkan menyelenggarakan acara yang mengundang kerumunan pengunjung, di bawah pengawasan ketat dari Pemkot.

Pengelola diwajibkan mengirimkan proposal kegiatan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sebelum mendapatkan izin.

Proposal itu berisi kapasitas dan fasilitas lokasi acara, prediksi jumlah peserta yang dibatasi maksimal 50 persen dari total kapasitas, durasi kegiatan yang dibatasi maksimal 2 jam, serta prosedur pelaksanaan protokol kesehatan selama kegiatan.

“Nanti ada tim supervisi yang kami turunkan untuk mengecek kesiapan-kesiapannya. Setelah itu baru dikeluarkan surat izin kegiatannya dari gugus tugas,” kata Rudy.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/solo/232311-pemkot-surakarta-terbitkan-aturan-baru-terkait-kunjungan-di-pusat-keramaian-dan-wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami