Pemerintah Perluas Cakupan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Sandiaga Dorong Kemajuan Industri Fesyen Muslim Indonesia
August 27, 2021
Sandiaga Uno Puji Kreativitas Aceh Culinary Festival 2021
August 27, 2021

Cnnindonesia.com / CNN Indonesia /27 Agustus 2021, 10:34 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyebut, pengunjung mal di berbagai kota merasa aman dan nyaman dengan diberlakukannya aplikasi PeduliLindungi. Menurutnya, berdasarkan pengakuan beberapa pengunjung mal di Medan (Sumatera Utara) dan Lampung mengaku dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk ke mal dapat berikan rasa aman dan nyaman.

Johnny mengatakan, pemerintah memang mengembangkan aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya mengoptimalkan perlindungan kesehatan masyarakat. Menkominfo berharap, pemanfaatan teknologi digital juga bisa mempermudah dan menyingkat alur informasi, efektif, dan adaptif diadopsi dalam beragam sektor.

“Pengaplikasian teknologi digital dalam mendukung penerapan protokol kesehatan dan 3T (Testing, Tracing, Treatment) adalah salah satu upaya krusial dalam pengendalian pandemi,” ujar Menkominfo, Kamis (26/8).

Johnny juga menjelaskan, melalui aplikasi PeduliLindungi, orang tersebut dapat diperiksa status vaksinasinya, hasil tes Covid-19 atau apakah ada kontak eratnya dengan pasien Covid-19. Aplikasi tersebut bisa membantu setiap warga melakukan surveilans kesehatan berupa penelusuran (tracing), pelacakan (tracking) dan pengurungan (fencing) terhadap anggota masyarakat yang diduga mengidap Covid-19.

Menkominfo memaparkan, saat ini terdapat 6 sektor yang menjadi fokus pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi dalam hal skrining. Yakni Perdagangan (pusat perbelanjaan, pasar modern dan pasar tradisional), Transportasi (darat, laut, udara), Pariwisata (hotel, restoran, event/pertunjukan), Kantor/Pabrik (pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, UMKM/IRT), Keagamaan (masjid, gereja, wihara, pura, kegiatan keagamaan), dan Pendidikan (PAUD, SD, SMP/SMA, Perguruan Tinggi).

Saat ini, lanjut Johnny, penerapan kebijakan tersebut sudah dilaksanakan di sekitar 250 lokasi terdiri atas mal, resoran, bank, rumah sakit, hotel, dan perkantoran. Pemerintah terus melaksanakan perluasan cakupannya, dengan cara menggencarkan sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut di fasilitas publik serta perbaikan protokol kesehatan.

“Diharapkan, pada akhir Agustus nanti terdapat 500 fasilitas umum yang menerapkan proses skrining

ini,” ujar Johnny.

Menkominfo juga memaparkan, saat ini terdapat 28.627.905 pengguna yang telah mengunduh aplikasi PeduliLindungi lewat Apps

 

Pemerintah melalui Kemenkominfo akan terus meningkatkan performa

 

dari PeduliLindungi agar masyarakat tidak menemukan kendala penggunaan, dapat mempermudah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika beraktivitas.

“Mari kita manfaatkan PeduliLindungi sebagai wujud kepedulian kita akan perlindungan diri dan orang-orang tercinta. Dengan langkah sederhana ini, semua orang dapat berkontribusi dalam pengendalian pandemi,” kata Menkominfo.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengunjung Mal Podomoro Medan, Reza Perdana mengaku, dengan penggunaan aplikasi pedulilindungi untuk masuk ke Mal dapat berikan rasa aman dan nyaman.

“Dengan persyaratan itu saya jadi lebih tenang karena yakin mereka yang berada di mal sudah divaksin dan itu tentu mengurangi risiko terpapar Covid-19,” ujar Reza.

Begitu juga yang disampaikan Sandi warga Lampung Selatan yang menyebut, dengan aplikasi ini dapat diketahui yang masuk ke dalam mal adalah mereka yang telah divaksinasi semua sehingga juga timbul rasa aman saat berada di dalam mal.

Menurutnya, penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan scan baecode tidak terlalu rumit atau susah asalkan setiap orang telah menginstal aplikasi tersebut.

“Kalau sudah diinstal itu mudah, tinggal kita buka saja aplikasi PeduliLindungi masuk ke menu barcode tinggal sesuaikan saja,” kata dia.

Artikel Asli : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210827103035-190-686168/pemerintah-perluas-cakupan-penggunaan-aplikasi-pedulilindungi

logo