Pembukaan Penerbangan Internasional di Bali Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi

Film Akad Pamerkan Pesona Mandalika
February 3, 2022
Direvitalisasi, Begini Potret Terbaru Kampung Ulos Hutaraja di Samosir
February 3, 2022

Medcom.id / Antara / 04 Februari 2022, 15:05  WIB

Badung: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menilai pembukaan kembali penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali menjadi momentum kebangkitan ekonomi nasional.

Pada Kamis sore kemarin, pesawat maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 881 dari Narita, Jepang, menjadi penerbangan komersial rute internasional perdana yang tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebelumnya, bandara itu menutup pelayanan penerbangan internasional akibat pandemi.

“Penerbangan perdana Internasional ke Bali ini menjadi kebijakan yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat, serta dapat memahami kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi,” ujar Sandiaga dalam keterangan resmi, Jumat, 4 Februari 2022.

Pihaknya mengapresiasi kolaborasi yang baik antara berbagai lembaga atas terobosan itu, termasuk keterlibatan langsung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Ditjen Imigrasi-Kemenkumham, Kemenkes, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan PT Angkasa Pura I.

“Saya mengapresiasi maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia yang mulai hari ini secara resmi mulai melayani penerbangan Narita-Denpasar yang dioperasikan dengan armada A330-300. Semoga dengan dibukanya akses pintu masuk Internasional di Bali ini bisa membangkitkan perekonomian kita,” terangnya.

Penerbangan GA 881 yang tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai mengangkut 12 orang penumpang yang terbang dari Bandara Narita, Tokyo, Jepang, menuju Bali. Setibanya di Bali, para penumpang langsung melewati sejumlah tahapan pemeriksaan dokumen penerbangan serta pemeriksaan kesehatan sebelum bisa meninggalkan bandara menuju hotel karantina.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun menjelaskan pihaknya akan terus mendorong kesiapan sarana dan prasarana pariwisata dengan sertifikat CHSE yang saat ini sudah berjumlah 2.212 sertifikat.

Selain juga akan menggunakan secara aktif aplikasi PeduliLindungi pada setiap fasilitas atau sarana publik, termasuk sarana pariwisata yang berjumlah 10 ribu lebih. “Kami juga akan melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat menarik wisatawan seperti kegiatan budaya, kegiatan tematik, dan juga kegiatan olahraga dan wisata olahraga,” jelasnya.

Artikel asli : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/dN6XnJyk-pembukaan-penerbangan-internasional-di-bali-jadi-momentum-kebangkitan-ekonomi

logo