Pembangunan Ekowisata di Hutan Bowosie Labuan Bajo Akhirnya Direstui Masyarakat Adat, Ini Alasannya

Warga Boleh Lepas Masker jadi Angin Segar Bagi Pariwisata
May 18, 2022
Cakupan Vaksinasi COVID-19 Capai 400,5 Juta Dosis
May 19, 2022

Inews.id/ Novie Fauziah / 19 Mei 2022,  07:52:00 WIB

JAKARTA, iNews.id – Rencana pengembangan dan pembangunan ekowisata di kawasan Bowosie oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), didukung oleh masyarakat adat Kampung Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Hal itu diungkapkan oleh Tua Golo (Ketua Adat) Lancang, Theodorus Urus.

Dia juga menjelaskan, dirinya dan masyarakat Lancang mendukung penuh rencana pemerintah untuk mengelola lokasi Bowosie. Namun di sisi lain, dia menyesalkan bahwa ada kelompok tertentu yang melakukan perambahan, sehingga merusak sekitarnya.

“Jika tanah ini dibangun untuk pariwisata justru kami dukung, karena nantinya berimbas bagi kami warga Lancang dan Manggarai Barat umumnya. Mendatang anak-anak kami bisa kerja di sana nantinya,” kata Tua Golo (Ketua Adat) Lancang, Theodorus Urus dalam keterangan resminya, Kamis (19/5/202).

Pihaknya tak keberatan apabila pemerintah melalui BPOLBF yang menata hutan Bowosie. Namun dia juga berharap, pengelola bisa mensosialisasikan dampak baik maupun buruk untuk ke depannya nanti, dikarenakan terdapat pembangunan di lahan hutan tersebut.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi mengharapkan agar masyarakat mendukung program pemerintah. Terkait dengan rencana pengembangan dan pembangunan ekowisata di kawasan Bowosie.

Berdasarkan sejarah, secara ulayat kawasan Bowosie merupakan milik Ulayat Nggorang. Pada 1960, fungsionaris adat ulayat Nggorang menyerahkan kawasan Bowosie kepada tetua adat Lancang. Namun pada 1961 Raja Ngambut meminta kepada ulayat Nggorang untuk menyerahkan sebagian tanah tersebut kepada pemerintah.

Di sisi lain,  tanah yang dimintai Raja Ngambut telah diserahkan dan dikuasai oleh Kampung Lancang. Walau begitu hasil rembuk kampung Lancang dan Ulayat Nggorang, diputuskan bahwa sebagian tanah itu diserahkan kepada pemerintah.

Sebelumnya BPOLBF juga tengah bersiap mengembangkan empat zona pengembangan ekowisata di lahan seluas 400 hektare Hutan Bowosie. Pengembangan area itu untuk menghadirkan kawasan pariwisata berkelanjutan, berkualitas dan terintegrasi di Labuan Bajo. Pengembangan tersebut berdasar amanah Presiden Joko Widodo melalui Perpres Nomor 32 Tahun 2018 dengan penetapan pengelolaan dilakukan oleh Badan Pelaksana yang dibentuk pada 2019.

Pengembangan kawasan pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, diperkirakan akan menyerap 10.000 tenaga kerja dan menyerap produk ekonomi kreatif, hasil pertanian dan peternakan masyarakat sekitar.

Artikel asli : https://www.inews.id/travel/destinasi/pembangunan-ekowisata-di-hutan-bowosie-labuan-bajo-akhirnya-direstui-masyarakat-adat-ini-alasannya/all

logo