Pemandu Wisata Dapat Manfaat Pelatihan Tur Virtual BAKTI Kominfo

December 28, 2020
Pemerintah Rancang ‘Forbidden City’ di Ubud Bali
December 28, 2020

Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba/Diterbitkan 28 Desember 2020, pukul 20.23 WIB

Manggarai Barat: Sektor pariwisata di seluruh kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan akibat pandemi covid-19. Meskipun sepi dari kunjungan wisatawan, para tour guide (pemandu wisata) tetap bisa melayani wisatawan melalui virtual tour/tur virtual.

Tur virtual adalah simulasi dari lokasi yang ada. Biasanya terdiri dari urutan video atau gambar foto. Tur virtual lebih banyak digunakan pada masa pandemi ini untuk mengobati kerinduan berlibur.

Pemandu Wisaata Labuan Bajo Muhammad Buharto menjadi salah satu pelaku tur virtual ini. Buharto menilai konsep ini sangat bagus, khususnya memberikan dampak positif bagi para pemandu wisata yang tidak bekerja akibat pandemi covid-19.

Sebelum rutin mengikuti aktivitas tur virtual, Buharto mengetahuinya dari pengumuman Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo). Pada kesempatan itu, BAKTI Kominfo memberikan pelatihan tur virtual kepada seluruh para pemandu wisata.

“Ketika mendapat informasi tur virtual, saya merasa ini kesempatan beradaptasi melalui aktivitas wisata digital. Saya tertarik dan mendaftar,” ujar Buharto, dalam program BAKTI untuk Negeri Metro TV, Senin, 28 Desember 2020.

Buharto mengikuti pelatihan gelombang pertama pada Juli lalu. Setelah mengikuti beberapa pertemuan, dia langsung diberi tugas untuk melakukan tur virtual destinasi Labuan Bajo.

“Setelah beberapa kali melakukan tur virtual, belakangan banyak platform lain menjadi mitra,” ujar Buharto.

Proses pelatihan tur virtual mengandalkan Google Maps dan Google Augmented reality (AR) and Virtual Reality (VR). Dalam pelatihan, masalah teknis kerap menjadi kendala.

“Mungkin kesulitan teknis ketersediaan gambaran dan foto di internet. Foto lama saya yang ada di internet diambil lagi untuk diedit ulang untuk membantu memperkaya foto dan gambar di tur virtualnya,” ujarnya.

Ketersediaan jaringan internet yang baik menjadi kunci kesuksesan berlangsungnya tur virtual ini. Beruntung, kata Buharto, beberapa kawasan di Labuan Bajo masih stabil kecepatan internetnya.

“Ke depan, bisa dilakukan secara live streaming, misalnya,” ucap Buharto.

(ROS)

Artikel Asli: https://www.medcom.id/gaya/wisata/0KvMoEpk-pemandu-wisata-dapat-manfaat-pelatihan-tur-virtual-bakti-kominfo

logo