Pariwisata dan Ekonomi Digital Pilar Penting Percepatan Pemulihan Ekonomi RI

Bali dideklarasikan sebagai “Fab Island” pertama dunia  
October 19, 2022
Talenta Digital Paling Dicari Industri Kreatif, Salah Satunya di Sektor Pariwisata hingga UMKM
October 20, 2022

Medcom.id/ Marcheilla Ariesta / 19 Oktober 2022, 14:09  WIB

Jakarta: Pariwisata dan ekonomi digital menjadi dua pilar penting dalam percepatan pemulihan ekonomi Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Kongres Indonesianis Dunia ke-4, Rabu, 19 Oktober 2022.

“Pada semester 1 2022, hampir setengah miliar turis melakukan perjalanan internasional, atau tiga kali lebih banyak dari periode yang sama tahun lalu,” kata Menlu Retno.

Menurut Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), pariwisata global telah pulih hampir 60 persen dari tingkat pra-pandemi. Namun, kata Menlu Retno, situasi geopolitik dan ekonomi yang tidak pasti berisiko menunda kembalinya ke tingkat sebelum pandemi.

“Sementara itu, manfaat penuh dari transformasi digital juga terhambat kesenjangan digital yang semakin besar,” katanya.

Saat ini, tutur Menlu Retno, lebih dari 3,7 miliar orang kekurangan akses internet, dan kebanyakan dari mereka berada di negara kurang berkembang. Hal ini dapat menghambat akses ke ekonomi digital, pendidikan, dan bahkan perawatan kesehatan.

Untuk menghidupkan kembali sektor-sektor ini, Indonesia harus menciptakan situasi kondusif di dunia. Menlu Retno membagikan beberapa pemikiran untuk mencapai hal tersebut.

“Pertama, transformasi paradigma global,” ucapnya, yang mengatakan bahwa situasi global saat ini tidak akan menguntungkan siapapun. “Kami prihatin situasi ini dimungkinkan oleh paradigma yang sudah ketinggalan zaman, tentang penahanan dan keterasingan,” katanya.

Kedua, membangun dunia inklusif. Menlu Retno mengatakan, pandemi Covid-19 mengajarkan bahwa tidak ada satu orang pun yang aman sampai semua aman.

“Oleh karena itu, inklusivitas adalah kunci untuk keluar dari kesulitan apapun,” sambungnya.

Hal tersebut menjadi jiwa dari Kepresidenan G20 Indonesia. Untuk memastikan tidak ada yang tertinggal, G20 harus melibatkan semua pihak.

Untuk itu, kata Menlu Retno, untuk pertama kalinya G20 mengundang negara-negara dari Pasifik dan Karibia untuk menyuarakan keprihatinan mereka tentang isu-isu global. Dengan semangat yang sama, G20 juga akan memastikan membawa manfaat langsung bagi rakyat melalui kerja sama konkret.

“Dan selama Kepresidenan kami, G20 telah membentuk Jaringan Inovasi Digital untuk mendukung pengembangan perusahaan rintisan potensial,” sambungnya.

Dalam penutupan pidatonya, Menlu Retno mendesak semua pihak untuk berkolaborasi, dan Indonesia mengharapkan dukungan agar KTT G20 bisa menjadi katalis pemulihan global.

Artikel asli : https://www.medcom.id/internasional/asean/GbmBnjOk-pariwisata-dan-ekonomi-digital-pilar-penting-percepatan-pemulihan-ekonomi-ri

logo