Pandemi Covid-19 Tak Menyurutkan Regenerasi Penari di Pati

9 Oktober, Dekranasda Bali pamerkan kerajinan di Bandara I Gusti Ngurah Rai
September 30, 2020
Duathlon Series Danau Toba Promosikan Destinasi Super Prioritas secara Virtual
September 30, 2020

Suaramerdeka.com / Moch Noor Efendi / 30 September 2020, 07:45 WIB

PATI, suaramerdeka.com – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan kalangan seniman untuk berkiprah melestarikan kesenian tradisional. Lembaga Pendidikan dan Pengembangan (LP3) Sanggar Seni Paringga Jati Raras Pati, misalnya, masih produktif berkarya dan meregenerasi penari. “Kami sempat berhenti beberapa bulan pada awal pandemi. Tetapi, perlahan kami kembali berkarya menyesuaikan kondisi terkini,” ujar Pimpinan LP3 Sanggar Seni Paringga Jati Raras Budiono, Selasa (29/9).

Sanggar yang fokus pada tari, karawitan, hingga wayang itu pun tidak berhenti dalam memasyarakatkan kesenian tradisional. Salah satunya melalui pelatihan seni tari bagi kalangan pemuda di halaman Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar).

Pelatihan dua hari yang digelar Dinporapar, baru-baru ini diikuti puluhan pemuda dari sejumlah unsur dengan menerapkan protokol kesehatan. Mereka merupakan pelajar SMA/SMK, anggota karang taruna dan sanggar seni. Bagi peserta putri diberikan materi Tari Gambyong dan putra dilatih Tari Prajuritan Prawiro Watang.

Menurutnya, pelatihan kesenian tradisional merupakan bagian dari memotivasi pemuda untuk senantiasa berkegiatan positif di tengah pandemi Covid-19. Dengan membekali mereka keterampilan menari tradisional diharapkan dapat pula membangun karakter baik bagi pemuda. “Regenerasi pelaku tari tradisional harus tetap berjalan. Pelatihan seperti ini menjadi bagian dari upaya regenerasi penari, sekaligus ikut berupaya nguri-uri kebudayaan,” tandasnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Budi Beyes ini menjelaskan, generasi muda perlu dikenalkan, bahkan digandeng untuk terlibat dalam menjaga serta melestarikan budaya daerah. Mengingat, belakangan ini banyak generasi muda yang tidak tertarik dengan budaya warisan leluhur.  “Kesenian tradisional merupakan bagian dari budaya. Sedangkan budaya menjadi jati diri bangsa. Jadi, sudah seharusnya generasi muda andil dalam pelestariannya,” paparnya.

Selain menari, Sanggar Paringga Jati Raras juga aktif menjadi narasumber dalam pelatihan tata rias dan busana adat Pati. Di antaranya berlangsung di Kecamatan Pucakwangi, Tlogowungu, dan Winong.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/muria/242057-pandemi-covid-19-tak-menyurutkan-regenerasi-penari-di-pati

logo
Hubungi Kami