Pagelaran Wayang Kulit Siang Hari saat Pandemi Covid-19 Tetap Semarak

Hotel berbintang di Pekanbaru siap sambut tamu “long weekend”
October 28, 2020
PTN Pariwisata Gelar Wisuda Virtual bagi 2.746 Lulusan
October 28, 2020

Suaramerdeka.com/Abdul Muiz/ 28 Oktober 2020 ,14:20 WIB

BLORA, suaramerdeka.com- Pagelaran wayang kulit biasanya diadakan terbuka pada malam hari. Namun, karena masa pandemi virus korona (Covid-19), pementasan itupun diubah pada siang hari. Meski begitu, pagelaran yang dilaksanakan di pendopo rumah dinas bupati Blora, Selasa (27/10), tetap semarak.

Pembatasan jumlah undangan dan penonton serta penerapan jaga jarak, tidak membuat antusias warga untuk menyaksikannya berkurang. Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora sebagai penyelenggara kegiatan menyiarkan acara tersebut secara live melalui sejumlah kanal media sosial dan radio.

“Meski tidak datang ke pendopo rumah dinas bupati, namun kami tetap bisa menyaksikan pagelaran wayang kulit. Kami menontonnya secara langsung dari kanal youtube yang sudah dibagikan panitia,” ucap Sunyari, warga Kelurahan Cepu.

Kepala Dinkominfo Blora Sugiyono mengemukakan, pagelaran wayang kulit secara virtual diadakan sebagai sarana sosialisasi ketentuan di bidang cukai tembakau dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCT).

“Wayang kulit adalah salah satu media tradisional yang sangat efektif untuk kita gunakan sosialisasi, karena selain sudah melembaga, juga sangat disenangi oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, karena saat ini masih pandemi Covid-19, pertunjukan wayang kulit dilaksanakan secara virtual. Acara itu menampilkan dalang Ki Hartanto Guno Carito dengan cerita Wahyu Katentreman serta hiburan pelawak Jolang.

Menurut Sugiyono, sosialisasi bertujuan menyampaikan pesan publik terkait ketentuan bagi warga pengguna produk tembakau.

“Melalui sosialisasi yang disampaikan oleh dalang dengan media wayang kulit, kami harapkan masyarakat memahami dan menyadari terkait legalitas cukai tembakau. Sehingga benar-benar harus diperhatikan dan teliti sebelum memanfaatkan produk berbahan tembakau yang ditengarai ilegal,” katanya.

Sekretaris Dinkominfo Blora Widodo menambahkan, pertunjukan wayang kulit yang dimulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB itu dengan menerapkan protokol kesehatan. “Jumlah undangan dan penonton yang datang dibatasi. Semuanya dicek suhu tubuh, cuci tangan dan jaga jarak,” tandasnya.

Dia menjelaskan, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7/PMK.07/2020 diatur tentang Penggunaan, Pemantauan Dan Evaluasi Dana Bagi Hasi Cukai Hasil Tembakau. DBHCHT merupakan bagian dari transfer ke daerah yang dibagikan kepada provinsi penghasil cukai dan/atau provinsi penghasil tembakau.

Penggunaan DBHCHT ini untuk mendanai program peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan/atau pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Sumber asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/muria/245446-pagelaran-wayang-kulit-siang-hari-saat-pandemi-covid-19-tetap-semarak

logo
Hubungi Kami