Siaran Pers : Film dan Komik Dinilai Prospektif untuk Berkembang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru
August 14, 2020
Siaran Pers : Kemenparekraf Promosikan Wisata Budaya Yogyakarta ke Pasar Jerman
August 14, 2020

Suaramerdeka.com / Cessnasari / 14 Agustus 2020 ,  10:40 WIB

BOJONG, suaramerdeka.com – Gerakan Bersih Indah Sehat Aman (BISA) menjadi salah satu upaya untuk memulihkan sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.  BISA bakal bisa menggairahkan kembali geliat wisata di Kabupaten Tegal, khususnya para pelaku di desa wisata.

Optimisme ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih saat membuka kegiatan yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Lembah Rembulan, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, pada Selasa  hingga Rabu (11-12/8). ‘’Badai pandemi telah memukul sektor ekonomi andalan devisa negara ini. Sedikit upaya dalam BISA semoga menjadi obat bagi masyarakat pelaku di lokasi wisata,’’ kata Fikri di depan ratusan peserta kegiatan.

Pariwisata dan ekonomi kreatif, lanjutnya, adalah sektor penyumbang devisa dan produk domestik bruto negara.  ‘’Tourism sudah jadi andalan devisa nomor dua setelah CPO, bahkan bisa jadi bila digabung dengan sektor ekonomi kreatif menjadi nomor satu,’’ ungkapnya. Menurut Fikri BISA ini merupakan rintisan bagi pelaku sektor wisata di daerah untuk bangkit, bagaimana menyiapkan lokasi wisata sesuai adaptasi kebiasaan baru (new normal) agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Tidak dipungkiri, pariwisata menjadi penyambung nafkah bagi mayoritas masyarakat terutama di daerah wisata.  ‘’Saat ini saat tepat untuk memperbaiki mindset dan standar tempat wisata yang aman, terutama agar tidak menjadi klaster baru Covid-19,’’ ujar Fikri.

Politikus PKS ini menekankan pentingnya mengangkat isu lingkungan dalam BISA untuk memperbaiki citra destinasi wisata.  ‘’Wisata kita dicitrakan dunia tidak peduli lingkungan, kotor banyak sampah, contohnya ada dokumenter tentang sampah di puncak Rinjani dan pantai Kuta Bali, mungkin ini jadi penyebab target kita untuk menghadirkan 20 juta turis gagal tercapai,’’ katanya.

Sementara Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Kementerian Parekraf RI, Hasan Abud menilai ekonomi di destinasi wisata tidak mungkin berhenti stagnan terus menerus karena pandemi.  Sebagian daerah sudah bertahap dibuka, 50 hingga 75 persen agar tetap berjalan.

‘’Pada dasarnya BISA untuk meningkatkan value destinasi wisata di masa pandemi ini agar turis tetap nyaman dan merasa aman berkunjung,’’ kata dia. Pandemi ini tidak tahu kapan berhenti, namun kegiatan usaha harus tetap jalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hasan mengapresiasi Wakil Ketua Komisi X, Abdul Fikri Faqih yang telah memperkenalkan Wisata Desa Lembah Rembulan sebagai alternatif wisata baru di daerah Guci, Kabupaten Tegal. ‘’Namanya indah sesuai lokasinya, agar masyarakat tidak hanya kenal Guci jika ke Tegal, tapi juga Lembah Rembulan,’’ kata Hasan.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/pantura/237886-optimistis-bisa-bakal-bisa-bangkitkan-wisata-desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami