Omicron Reda, Belanja Sektor Pariwisata di Indonesia Meningkat

Awas Hoaks: Angka Kasus Positif COVID-19 Sengaja Dinaikkan Menjelang Idul Adha
July 18, 2022
Amazing Tegal Festival 2022 Boyong Kotak, Endank Soekamti hingga Rizky Febian  
July 19, 2022

Inews.id/ Ikhsan Permana /19 Juli 2022 , 04:52 WIB

JAKARTA – Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono menyampaikan Hasil Riset Mandiri Institute, Mandiri Spending Index (MSI) mengenai perkembangan belanja sektor pariwisata yang tercatat mengalami peningkatan. Salah satunya didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat, terutama kunjungan ke daerah-daerah pariwisata.

Teguh mengungkapkan, secara umum tingkat belanja masyarakat masih tetap solid di tengah kenaikan inflasi dan kasus Covid-19.

“Tingkat belanja masyarakat di awal Juli 2022 berada di level 130,2, artinya kenaikan 30% lebih tinggi dibanding periode pra pandemi,” kata Teguh dalam keterangan pers, dikutip Selasa (19/7/2022).

Menurut dia, tingkat vaksinasi yang tinggi, pelonggaran mobilitas dan pengendalian kasus Covid-19 yang relatif baik mendorong bangkitnya sektor pariwisata. “Saat ini tingkat mobilitas masyarakat, terutama kunjungan ke daerah-daerah pariwisata terus meningkat,” ujarnya.

Dia menambahkan, secara spasial, tingkat belanja masyarakat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang merupakan daerah utama pariwisata, terus dalam tren meningkat, terutama sejak kasus Omicron mereda. Per awal Juli 2022, MSI di Bali dan Nusa Tenggara mencapai 87,7. Angka ini tertinggi sepanjang pandemi.

Berangsur pulihnya sektor pariwisata juga tercermin dari meningkatnya belanja-belanja yang terkait dengan mobilitas, hotel, restoran dan kafe (horeka) dan hiburan.

“Pada daerah-daerah utama wisata, tingkat kunjungan yang lebih tinggi mendorong belanja terkait travel, tiket pesawat, hotel, dan restoran dibanding daerah lain,” terangnya.

Dia menjelaskan, dibanding sebelum Ramadan 2022, belanja terkait hotel saat ini di daerah pariwisata tumbuh 34%, lebih tinggi dibanding daerah lain 24%. Demikian juga belanja terkait restoran, tumbuh 25%, juga lebih tinggi dibanding daerah lain 19%.

Belanja-belanja lain yang juga meningkat cukup tinggi adalah yang terkait gaya hidup seperti entertainmen, fesyen, dan perhiasan.

Seiring momentum mulai pulihnya sekor pariwisata, perlu upaya terus-menerus untuk memperkuat potensi sektor lain di daerah-daerah utama pariwisata.

“Ke depan, penguatan potensi rumah tangga dan para pelaku-pelaku usaha di daerah-daerah utama pariwisata, terutama di segmen mikro dan usaha kecil, perlu menjadi agenda penting oleh semua pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Artikel asli : https://ekbis.sindonews.com/read/830211/34/omicron-reda-belanja-sektor-pariwisata-di-indonesia-meningkat-1658178441/10

logo