New Normal Pangandaran Disebut Bisa Lebih Cepat, Bupati Berharap Objek Wisata Kembali Dibuka

Siaran Pers : Kemenparekraf Perkirakan Produk Ekowisata Akan Sangat Diminati Pascapandemi
May 21, 2020
58 Ribu Seniman Terdampak Pandemi, Kemendikbud Siapkan Dana Apresiasi Rp1 Juta per Orang
May 21, 2020

Pikiran-rakyat.com/Agus Kusnadi/Diterbitkan 21 Mei 2020, pukul 18.31 WIB

 

PIKIRAN RAKYAT – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti arahan dari pemerintah daerah melaksanakan DJCM (Dirumah Aja, Jaga Jarak, Cuci Tangan Pakai Sabun dan Pakai Masker) secara bersama-sama.

Jeje mengatakan, saat melaksanakan evaluasi dengan seluruh Camat, kepala desa, RT dan RW melalui zoom meeting, dirinya menyampaikan bahwa Pangandaran berada di level kedua pada peta pelaporan pengawasan Covid-19 di Jawa Barat.

“Dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat yang berada di posisi level dua se-Jabar itu ada lima yaitu Pangandaran, Sumedang, Garut, Bandung Barat dan Kota Sukabumi,” ujar Jeje, Kamis, 21 Mei 2020.

Lanjut Jeje, level dua tersebut artinya kehidupan normal tetapi masih menggunakan protokol kesehatan. Apabila kondisi bisa dipertahankan hingga bulan Juni besok, kata Jeje, dirinya berharap bisa mengusulkan objek wisata di Pangandaran bisa dibuka dengan catatan menggunaan protokol kesehatan.

“Dilakukan secara bertahap, misalnya satu minggu buka lalu satu minggu off dulu, ada kasus gak. Kan virus corona masa inkubasi nya 14 hari nah kita lihat, dan seterusnya,” ujarnya.

Apalagi kata Jeje, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Bandung Raya kasus Covid-19 nya landai, sehingga new normal di Pangandaran akan semakin cepat.

“Tapi syaratnya adalah semua harus peduli terhadap gerakan DJCM tadi, itu kuncinya,” ucap Jeje.

Kenapa kondisi Pangandaran bisa seperti sekarang, lanjut Jeje, karena pemerintah daerah melakukan langkah-langkah kebijakan yang terukur.

“Kita berat ketika menentukan isolasi khusus, tetapi bisa membuahkan kebaikan. Saya rela di bully dan dimaki,” ujarnya.

Dirinya merasa, pemudik sejak 30 April kemarin hingga sekarang hanya mencapai sekitar 1.300 orang, tapi kalau tidak ada isolasi khusus, pemudik bisa mencapai puluhan ribu.

“Itu berbahaya kan. Nah maka dengan pola-pola ini kita lakukan untuk membuktikan kepada semua pihak,” ujar Jeje, seraya dirinya mengatakan, tinggal 627 orang yang masih menjalani isolasi ditempat khusus di Pangandaran.

Sementara Sumarni salah satu pedagang pantai Pangandaran yang didampingi teman-teman seusahanya berharap objek wisata di Kab Pangandaran di buka kembali.

 

Artikel Asli: https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01386746/new-normal-pangandaran-disebut-bisa-lebih-cepat-bupati-berharap-objek-wisata-kembali-dibuka

logo