New Normal, Industri Film Indonesia Berpotensi Ganti Platform

PSBB Jakarta Masa Transisi, Ancol Bakal Wajibkan Reservasi bagi Calon Pengunjung
June 5, 2020
Siaran Pers : Kemenparekraf Persiapkan Tatanan Normal Baru Sektor Pariwisata dan Ekraf di NTB
June 5, 2020

Pikiran-rakyat.com/Satrio Widianto/Diterbitkan 5 Juni 2020, pukul 17.28 WIB

 

PIKIRAN RAKYAT – Sutradara film Riri Riza mengatakan, menghadapi New Normal atau tatanan kenormalan baru, industri film Indonesia berpotensi beralih platform. Selain sinema konvensional, nanti ada platform drive-in-cinema atau digital platform.

“Drive-in-cinema memang dapat menjadi alternatif hiburan menarik selama New Normal, namun sifatnya sebatas rekreasi sesekali dan secara bisnis juga belum akan maksimal,” ujar Riri Riza yang menjadi narasumber “The Ultimate Talks” yang diselenggarakan OPPO Find X2 Series dan Forbes Indonesia, di Jakarta, Jumat 5 Juni 2020.

Di sisi lain, menurut Riri, digital platform lebih menjanjikan dalam menjangkau penikmat film lebih luas karena pada dasarnya film-film Indonesia terbukti mampu berkompetisi dan memiliki hits cukup tinggi baik ketika masih di bioskop maupun ketika masuk ke digital.

“Tantangannya adalah bagaimana strategi para produser dalam berkreasi dan berproduksi untuk medium digital, sehingga animo penikmat film tetap tinggi,” kata Riri Riza.

Riri Riza memaparkan, dunia perfilman mengajarkan kita untuk selalu adaptif dan selama pandemi ini adalah kesempatan untuk memperkaya diri dalam level yang berbeda.

Dituntut Berinovasi

Livia Setyabrata, Creative Strategic Communications OPPO Indonesia mengatakan, pandemi Covid-19 membuat semua industri menghadapi tantangan dalam kondisi yang penuh ketidakpastian dan menuntut perubahan. Semua industri kini dituntut untuk berinovasi dan bertransformasi dengan cepat dan kreatif.

“Menghadapi kondisi saat ini, semua industri tanpa terkecuali haruslah berinovasi,” kata Livia Setyabrata. Diketahui, OPPO Find X2, perangkat flagship dari OPPO, menginisiasi “The Ultimate Talks by OPPO Find X2 Series and Forbes Indonesia”, yaitu rangkaian diskusi digital bersama figur inspiratif dari berbagai industri usaha dan seni, yang akan berbagi strategi menghadapi pandemi Covid-19.

Mendengar pengalaman dari pelaku industri yang berinovasi di masa ini menjadi hal inspiratif yang sangat berharga. Diskusi digital ini diadakan secara rutin dan diharapkan dapat memberi wawasan serta ide bagi pengguna OPPO dan masyarakat umum.

Sejumlah narasumber yang tampil dalam “The Ultimate Talks” itu yaitu Kevin Susanto (CEO & Co-Founder Goola) & Mario Suntanu (CEO & Co-Founder Yummy Corp) – Feeding the New Normal, Riri Riza (Sutradara film) & Rio Dewanto (Aktor) – The Future of Big Screen, Danny Masrin (Pemain golf profesional) & Aero Aswar (Atlet Jetski) – Challenge to Stay Fit, Melani Setiawan (Kolektor Seni) & Aaron Seeto (Direktur Museum Macan) – Virtual Impact in the Art Industry.

Swlanjutnya, Samuel Wongso (Co-Owner dan Suit Designer Wong Hang Tailor) & Regina Rafika (Founder & Creative Director ATS The Label) – Fashion Revolution. Ivan Kamadjaja (CEO Kamadjaja Logistics) – Moving Forward, Alisjahbana Haliman (Founder & CEO Haldin Pacific Semesta) – Nature at Its Best, Nicko Widjaja (CEO BRI Ventures) – Investment 101 in Challenging Moment, Anne Patricia Sutanto (Vice CEO PAN Brothers) – Prepare to Exceed, dan Kusumo Martanto (CEO Blibli.com) – The E-Commerce Explosion *TBC.

Samuel Wongso, Co-Owner dan Suit Designer Wong Hang Tailor, salah satu narasumber mengatakan, sebagai pengusaha, ia harus dan tetap mengutamakan kualitas mulai dari bahan hingga desain demi memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Di tengah situasi yang membatasi tatap muka, gawai berperan penting untuk komunikasi dengan pelanggan dan meningkatkan promo marketing,” katanya.

Ditambahkan, meskipun ada sejumlah aktivitas yang harus dilakukan dengan bertemu langsung seperti pemilihan warna bahan dan styling, namun layar yang kaya warna sangat membantu dalam menampilkan visual yang akurat sehingga memudahkan seleksi materi dari pelanggan.***

 

Artikel Asli: https://www.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-01395387/new-normal-industri-film-indonesia-berpotensi-ganti-platform

logo