Menikmati Sate Maranggi Bernuansa Pedesaan Ala Saung Agrowisata Bandar Lampung

Indonesia Negara Terindah di Dunia, Kalahkan Selandia Baru
February 14, 2022
Masyarakat Meraup Berkah dari Ajang MotoGP Mandalika
February 14, 2022

Kumparan.com / Konten Media Partner Lampung Geh / 14 Februari 2022, 12:33 WIB

Lampung Geh, Bandar Lampung – Saung Agrowisata Bandar Lampung, rumah makan bernuansa pedesaan dengan konsep Jawa Barat ini menawarkan menu andalan Sate Maranggi yang khas dengan gurih bumbunya meresap ke dalam daging, Minggu (13/2).

Sekelik Lampung Geh, kali ini kami sedang mengunjungi sebuah rumah makan di Jalan Agrowisata 1 Gang Mushola Nomor 43 Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, yaitu Saung Agrowisata.

Saung Agrowisata besutan Ela dan kakaknya ini memang mengusung konsep khas Jawa Barat, dengan gubuk bambu atau saung di pinggiran kolam ikan. Suasana saung semakin melekat dengan konsep lesehannya, dan suara gemericik air sungai di tepi saung.

Ela mengatakan, bahwa Saung Agrowisata awalnya adalah tempat pribadi berkumpul keluarga. Seiring berjalannya waktu, muncullah ide untuk mengembangkan usaha dengan tempat yang sudah ada. “Jadi awalnya cuma ada satu saung saja, bertahap sembari mengenalkan tempat kita tambah, sampai sekarang ini Alhamdulillah,” ujar Ela pada Lampung Geh.

Tak hanya saung, seluruh konsep tempat seperti beberapa spot swafoto 3D, jembatan di tengah kolam ikan, hingga aneka tanaman yang menghiasi beberapa sudut rumah makan ini juga dikonsep sendiri.

“Ya biasa, ide ibu-ibu kalau pas lagi ada teman, ngasih ide dan masukan, terus kita kembangkan dan terapkan. Apalagi kan yang datang ke sini bukan cuma makan, tapi mencari suasana tempat yang nyaman, bonus spot foto,” jelasnya.

Beralih ke menu andalan Saung Agrowisata, yakni Sate Maranggi. Ela mengatakan, resep Sate Maranggi yang ada di Saung Agrowisata adalah resep keluarga secara turun temurun. Sate Maranggi sendiri adalah makanan asli Sunda yang biasa ditemui di Jawa Barat. Ela yang memang keturunan asal Cianjur Jawa Barat ini mengembangkan resep Sate Maranggi yang cocok dengan selera masyarakat Lampung yang suka pedas.

Ela menjelaskan, yang membedakan dengan sate yang lainnya adalah pada proses pemberian bumbu. Jika pada sate biasanya dioles, Sate Maranggi miliknya, daging sapi yang sudah dipotong sedemikian rupa diberi bumbu dan dimasukan ke dalam freezer agar bumbunya meresap.

“Dan Alhamdulillah, yang sudah mencoba Sate Maranggi di sini sudah paham rasanya, dan menjadi pelanggan tetap kami,” katanya.

Sate Maranggi di Saung Agrowisata dibanderol dengan harga Rp 30.000 berisi 10 tusuk sate daging sapi, sudah lengkap dengan sambal kecap. Untuk rasanya tidak perlu diragukan, rasa gurih bumbu rempah terasa pekat di setiap irisan dagingnya, serta dipadu dengan pedas manisnya sambal kecap.

Bagi Sekelik Lampung Geh yang mungkin kurang menggemari sate, Saung Agrowisata juga menyediakan berbagai olahan ayam, bebek, udang, ikan gurame, nila, lele, hingga sop kambing. Untuk harganya dibanderol mulai dari Rp 21.000-Rp 33.000.

Sekelik Lampung geh juga bisa mencoba menu minuman seperti es teh, kopi susu, cappucino, es jeruk, lemon tea, dan aneka jus buah segar. Untuk harga minuman di Saung Agrowisata dibanderol mulai dari Rp 7.000-Rp 10.000.

Demikian sekelik Lampung Geh Saung Agrowisata Bandar Lampung yang bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana bersama keluarga, kolega dan orang terkasih. Saung Agrowisata Bandar Lampung buka setiap hari mulai pukul 10.00-20.00 WIB. Pengunjung tidak hanya disuguhi aneka menu yang lezat, tetapi juga bisa menikmati suasana bersantai dan berswa foto di spot yang ada.

Artikel asli : https://kumparan.com/lampunggeh/menikmati-sate-maranggi-bernuansa-pedesaan-ala-saung-agrowisata-bandar-lampung-1xVGDQMiHix/full

logo